Zonafaktualnews.com – Nasib pilu menimpa seorang mahasiswi perantau asal Nunukan, Kalimantan Utara, berinisial MA (21).
Niat tulusnya mencari pekerjaan sampingan demi membiayai kuliah justru berujung petaka.
MA menjadi korban penyekapan dan diduga mengalami kekerasan seksual usai terjebak lowongan kerja (loker) palsu di media sosial.
Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik sekaligus peringatan akan maraknya predator daring yang memanfaatkan kesulitan ekonomi korban.
Tergiur Tawaran Gaji Rp3 Juta
Kasus bermula saat korban berupaya mencari penghasilan tambahan untuk membantu meringankan beban finansial keluarganya selama ia menempuh pendidikan di Makassar.
Di tengah pencarian itu, MA menemukan unggahan lowongan kerja sebagai pengasuh anak (baby sitter) di media sosial.
Dalam iklan tersebut, pelaku menawarkan gaji sebesar Rp3 juta per bulan.
Nominal tersebut membuat korban tertarik karena dianggap cukup untuk menunjang kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya.
Tanpa menaruh rasa curiga, korban kemudian menghubungi nomor yang tertera dalam unggahan tersebut.
Setelah berkomunikasi beberapa waktu, pelaku berinisial FR (30) menyatakan korban diterima bekerja.
Disekap Selama Tiga Hari
Petaka dimulai saat FR meminta korban datang ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Tanjung Bunga.
Pelaku berdalih agar MA bisa segera mulai bekerja dan meminta korban untuk menginap di lokasi tersebut.
Setibanya di lokasi, sifat asli FR terungkap. Bukannya diberikan pekerjaan, MA justru langsung disekap oleh pelaku.
Selama tiga hari yang mencekam, korban mengalami intimidasi dan diduga menjadi korban kekerasan seksual di bawah ancaman.
Pelaku bahkan mengikat kedua tangan MA agar korban tidak bisa melarikan diri ataupun meminta pertolongan.
Kasus ini akhirnya terbongkar secara tidak sengaja pada Jumat (15/5/2026), saat pemilik kontrakan datang untuk melakukan pengecekan rutin.
Pemilik rumah terkejut bukan main ketika menemukan korban di dalam salah satu ruangan dalam kondisi lemas, menangis histeris, dengan tangan yang masih terikat.
Temuan ini langsung dilaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Polisi Buru Pelaku
Personel Polsek Tamalate yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis atau trauma healing.
Sementara itu, pelaku FR diketahui telah melarikan diri sesaat sebelum pemilik rumah datang ke lokasi.
Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate, IPTU Abdul Latief, mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Terduga pelaku FR masih kami buru. Selama disekap, korban diduga mengalami kekerasan seksual,” ujar Abdul Latief, Jumat (15/5/2026).
Saat ini, polisi telah mengantongi identitas lengkap serta ciri-ciri fisik pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk segera melapor ke aparat terdekat apabila mengetahui atau melihat keberadaan FR.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















