Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Zonafaktualnews.com – Nasib pilu menimpa seorang mahasiswi perantau asal Nunukan, Kalimantan Utara, berinisial MA (21).

Niat tulusnya mencari pekerjaan sampingan demi membiayai kuliah justru berujung petaka.

MA menjadi korban penyekapan dan diduga mengalami kekerasan seksual usai terjebak lowongan kerja (loker) palsu di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik sekaligus peringatan akan maraknya predator daring yang memanfaatkan kesulitan ekonomi korban.

Tergiur Tawaran Gaji Rp3 Juta

Kasus bermula saat korban berupaya mencari penghasilan tambahan untuk membantu meringankan beban finansial keluarganya selama ia menempuh pendidikan di Makassar.

BACA JUGA :  Juru Parkir di Makassar Ditemukan Tewas di Kompleks Akik Hijau

Di tengah pencarian itu, MA menemukan unggahan lowongan kerja sebagai pengasuh anak (baby sitter) di media sosial.

Dalam iklan tersebut, pelaku menawarkan gaji sebesar Rp3 juta per bulan.

Nominal tersebut membuat korban tertarik karena dianggap cukup untuk menunjang kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya.

Tanpa menaruh rasa curiga, korban kemudian menghubungi nomor yang tertera dalam unggahan tersebut.

Setelah berkomunikasi beberapa waktu, pelaku berinisial FR (30) menyatakan korban diterima bekerja.

Disekap Selama Tiga Hari

Petaka dimulai saat FR meminta korban datang ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Tanjung Bunga.

Pelaku berdalih agar MA bisa segera mulai bekerja dan meminta korban untuk menginap di lokasi tersebut.

Setibanya di lokasi, sifat asli FR terungkap. Bukannya diberikan pekerjaan, MA justru langsung disekap oleh pelaku.

BACA JUGA :  Tak Terima Diselingkuhi, Arsitek Aniaya dan Perkosa Pacar

Selama tiga hari yang mencekam, korban mengalami intimidasi dan diduga menjadi korban kekerasan seksual di bawah ancaman.

Pelaku bahkan mengikat kedua tangan MA agar korban tidak bisa melarikan diri ataupun meminta pertolongan.

Kasus ini akhirnya terbongkar secara tidak sengaja pada Jumat (15/5/2026), saat pemilik kontrakan datang untuk melakukan pengecekan rutin.

Pemilik rumah terkejut bukan main ketika menemukan korban di dalam salah satu ruangan dalam kondisi lemas, menangis histeris, dengan tangan yang masih terikat.

Temuan ini langsung dilaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Polisi Buru Pelaku

Personel Polsek Tamalate yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis atau trauma healing.

BACA JUGA :  Ditinggal Istri ke Rumah Orangtua, Suami Sodok Gadis Tetangga

Sementara itu, pelaku FR diketahui telah melarikan diri sesaat sebelum pemilik rumah datang ke lokasi.

Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate, IPTU Abdul Latief, mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Terduga pelaku FR masih kami buru. Selama disekap, korban diduga mengalami kekerasan seksual,” ujar Abdul Latief, Jumat (15/5/2026).

Saat ini, polisi telah mengantongi identitas lengkap serta ciri-ciri fisik pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk segera melapor ke aparat terdekat apabila mengetahui atau melihat keberadaan FR.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Prabowo Temukan Rp39 Triliun Dana Mengendap di Rekening Tak Bertuan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru