Kinerja Penyidik Polda Sulsel Unit 1 Subdit 3 Tipidum Tak Becus

Rabu, 5 Juni 2024 - 03:54 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kinerja Penyidik Polda Sulsel Unit 1 Subdit 3 Tipidum Tak Becus

Bukti-bukti yang disodorkan oleh H. Suradi juga tidak dijadikan dasar pembuktian oleh penyidik

Zonafaktualnews.com – H. Suradi merasa sangat kecewa dengan kinerja penyidik Polda Sulsel Unit 1 Subdit 3 Tipidum.

Pasalnya, laporannya mengenai kasus penipuan dan penggelapan mandek selama 9 bulan.

Kasus penipuan dan penggelapan ini pun akhirnya dilimpahkan ke Polres Gowa dengan alasan locus delicti (tempat atau lokasi).

Menurut H. Suradi, berbagai upaya koordinasi yang dilakukannya untuk mendapatkan haknya kembali tidak membuahkan hasil.

Ia bahkan telah mengirim surat terbuka kepada Kapolri, namun hingga kini belum ada respon.

BACA JUGA :  Tahanan yang Kabur dari Polres Barru Ditangkap di Lokasi Berbeda

Dalam wawancaranya dengan media, H. Suradi mengungkapkan kejanggalan dalam penanganan kasusnya.

Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) baru diberikan setelah 4 bulan.

Bukti-bukti yang disodorkan oleh H. Suradi juga tidak dijadikan dasar pembuktian oleh penyidik.

H. Suradi juga menyayangkan pelimpahan kasusnya ke Polres Gowa yang dianggap tidak tepat, karena locus delicti tindak pidana penipuan dan penggelapan sebenarnya terjadi di Makassar.

“Berdasarkan bukti pembayaran yang ada pada kwitansi, bukan di Kabupaten Gowa,” kata H. Suradi, Rabu (5/6/2024).

BACA JUGA :  Menanti Jerat Hukum Bos Rokok Ilegal yang Memiliki Senyum Semringah Ini

H. Suradi meminta Propam Polda Sulsel turun tangan untuk menindak tegas oknum penyidik Unit 1 Subdit 3 Tipidum yang diduga melanggar kode etik dalam penanganan kasusnya yang mandek selama 9 bulan.

“Ini sangat jelas merupakan pelanggaran kode etik penyidik. Laporan saya mandek 9 bulan dan akhirnya dilimpahkan ke Polres Gowa,

SP2HP juga baru diberikan setelah 4 bulan kasus laporan saya tarik-ulur di Polda Sulsel,” tegas H. Suradi.

Ia berencana melaporkan secara resmi ke Propam Polda Sulsel terkait penanganan kasusnya yang terlalu lama dan dilimpahkan ke Polres Gowa dengan alasan locus delicti

Padahal jarak dari Gowa ke lokasi adalah 22 kilometer, sementara jarak dari Polda Sulsel ke lokasi hanya 17 kilometer.

BACA JUGA :  Tebar Fitnah, Tolak Klarifikasi, 3 Media di Gowa Dilaporkan Termasuk Ketum Labraki

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas