Kasus Dugaan Korupsi Jalan Beton Parepare 2025 Segera Diekspose Kejari

Senin, 27 Juli 2026 - 19:21 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri  (Kejari) Kota Parepare, Andi Unru, SH., MH.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Andi Unru, SH., MH.

Ringkasan

Kejari Parepare akan mengekspose dugaan korupsi proyek jalan beton Dinas PUPR Kota Parepare TA 2025, yang bernilai sekitar Rp15 miliar. Penyidikan awal dilakukan setelah laporan ACW, dengan pemeriksaan sejumlah pihak dan temuan BPK pada beberapa paket pekerjaan.

Pelapor ACW mengapresiasi langkah kejaksaan dan meminta kasus diusut tuntas hingga semua pihak yang terlibat diperiksa. Mereka menyoroti dugaan masalah mutu pekerjaan, temuan kerugian pada beberapa titik, dan adanya pihak yang diduga mengatur proyek.

Zonafaktualnews.com – Kasus dugaan korupsi pembangunan jalan beton pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare Tahun Anggaran 2025 segera dilakukan ekspose oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare.

Proyek jalan beton Parepare TA 2025 menelan anggaran kurang lebih Rp15 miliar yang tersebar dikerjakan beberapa paket.

Kasus ini mulai dilidik kejaksaan sebagai tindaklanjut atas laporan Aktivis Ajatappareng Corruption Watch (ACW) yang resmi dilaporkan di Kantor Kejari Parepare, pada 9 Juli 2026 lalu.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kota Parepare, Andi Unru SH MH, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026), mengatakan pihaknya sudah memanggil dan mengambil keterangan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam proyek ini untuk merampungkan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) guna mengambil tindakan hukum lebih lanjut.

BACA JUGA :  CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa

“Kami (Kejari Parepare) sudah mengambil keterangan dari Kepala Dinas PUPR, PPTK, Inspektorat, konsultan pengawasan tiga orang, sama pelaksananya (kontraktor). Terakhir tadi Kepala Dinas sudah dimintai keterangan,” ujar Andi Unru.

Andi Unru menjelaskan, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, ada temuan di beberapa paket pekerjaan jalan beton Parepare TA 2025.

“LHP BPK ada temuan Rp380 juta pekerjaan jalan di samping KUA Lapadde, yang lain ada Rp60 juta, Rp24 juta, Rp25 juta. Kami fokuskan di samping KUA,” jelasnya.

“Ibu Kajari saat ini sedang dinas ke Makassar. Insyaallah kalau pimpinan datang (di Parepare) kami akan ekspose. Kami di Intel sudah cukup untuk dilimpahkan ke Pidsus (Pidana Khusus). Nanti (ekspose) kita kumpul semua jaksa, apakah kasus ini sudah bisa dilimpahkan ke Pidsus atau masih memerlukan bukti tambahan lagi,” tambahnya.

BACA JUGA :  ACW Minta Kejari Usut Total Jalan Beton Parepare 2025, Jangan Pilih-Pilih

Sementara itu, Ketua Ajatappareng Corruption Watch, H Makmur M Raonah SH MH selalu pihak pelapor, mengapresiasi langkah Kejari Kota Parepare terkait tindaklanjuti atas laporan resminya terkait dugaan korupsi pembangunan jalan beton pada Dinas PUPR Kota Parepare Tahun Anggaran 2025.

“Kami (ACW) mengapresiasi Kejaksaan Negeri Parepare menerima laporan kami sehingga kejaksaan sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangannya sekaitan dengan laporan dugaan korupsi pembangunan jalan beton Parepare TA 2025 kurang lebih Rp15 miliar yang tersebar beberapa paket,” kata Makmur.

Makmur meminta kasus ini diusut secara tuntas. Ia berharap dan sangat mensupport pihak kejaksaan memanggil seluruh pihak yang terlibat di lingkaran proyek itu, mulai dari PPK, PPTK, konsultan perencanaan, konsultan pengawasan, kontraktor pelaksana kegiatan, hingga oknum yang santer disebut berperan sebagai “Ketua Kelas” proyek di Parepare.

“Poin pentingnya adalah ada pihak-pihak yang dinilai berperan mengatur proyek itu, sehingga hasilnya tidak memenuhi aspek nilai kewajaran proyek tersebut. Saya kira dalam rangka pulbaket atau penyelidikan ini, kami yakin kejaksaan sudah mengetahui siapa pihak yang paling berperan terutama yang dikenal sebagai “ketua kelas” proyek,” ujar Makmur.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Rp 4,58 Miliar, Disdik Sulsel Didemo Mahasiswa

“BPK juga diduga tidak objektif bahkan terkesan memilah-milah proyek siapa yang dijadikan temuan, sementara faktanya di lapangan hampir 100 persen bermasalah, baik dari segi mutu pekerjaan, teknik pekerjaannya. Bahkan ada yang tidak pakai ready mix, hampir 90 persen seperti di Jalan Liu Buloe paling parah, kemudian jalan di samping KUA Lapadde,” tambahnya.

Makmur mengaku sangat menyayangkan rusaknya mutu pekerjaan di lapangan dengan anggaran kurang lebih Rp15 miliar.

“Motifnya kami duga kuat karena fee-nya terlalu besar, dan itu bukan rahasia umum lagi. Rekanan itu dilema, di suatu sisi dia mau bekerja, di sisi lain dia bekerja dengan anggaran yang sudah dipangkas-pangkas sehingga outputnya begitu buruk,” terangnya.

(Ardi)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang
DPRD Sulsel Klaim Stok BBM Aman, Fakta di Lapangan Warga Antre di Pertamini
Tak Ada Penindakan Tegas Antrean Truk di SPBU Parepare, Satgas BBM Ompong
Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 04:29 WITA

Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh

Sabtu, 12 September 2026 - 02:18 WITA

BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring

Sabtu, 12 September 2026 - 01:20 WITA

Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WITA

Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara

Jumat, 11 September 2026 - 02:02 WITA

Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang

Berita Terbaru