Kejaksaan Pastikan Ada Tersangka di Kasus Korupsi Laptop Disdik Parepare

Senin, 27 Juli 2026 - 20:55 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kejaksaan Pastikan Ada Tersangka di Kasus Korupsi Laptop Disdik Parepare

Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Ringkasan

Kejari Parepare menyatakan akan ada tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan laptop di Dinas Pendidikan Parepare tahun anggaran 2021. Penetapan tersangka menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Sulsel, setelah jaksa menemukan indikasi kerugian sekitar Rp1,2 miliar.

Kasus ini bermula dari temuan BPK RI terkait ketidaksesuaian pembayaran proyek pengadaan laptop untuk sekolah. Pembayaran diduga salah sasaran ke Grafika, bukan PT Icon sebagai penyedia sah, dan PT Icon telah memenangkan gugatan perdata atas kesalahan bayar tersebut.

Zonafaktualnews.com – Setelah dilakukan serangkaian proses penyelidikan, pihak Kejari Parepare memastikan bakal ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Laptop pada Disdik Parepare Tahun Anggaran 2021.

BACA JUGA :  APKAN RI Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Anggaran Media Diskominfo Gowa

Penegasan itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Parepare, Andi Unru SH MH, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).

“Pengadaan komputer Dinas Pendidikan Parepare, sisa penetapan tersangkanya yang belum. Ada kerugian negara. Ada (Bakal tersangkanya) sudah jelas. Tapi tidak usah dulu saya kasih tahu yah. Yang jelas akan ada tersangkanya, pasti itu. Insyaallah dalam waktu dekat (penetapan tersangka),” tegas Andi Unru.

“Sudah ada kerugian negara yang ditimbulkan. Semua ahli sudah bilang ada kerugian negara,” sambungnya.

BACA JUGA :  Eks Bendahara BUMDes Laikang Diduga Tilep Dana Desa, Kejari Takalar Didesak Bertindak

Andi Unru menuturkan, penetapan tersangka kasus pengadaan Laptop Disdik Parepare sisa menunggu hasil perhitungan BPKP Sulsel.

“Jika sudah ada hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP, satu atau dua hari kemudian sudah bisa penetapan tersangka,” pungkasnya.

Jaksa menemukan indikasi kerugian negara pada pengadaan Laptop sekolah di Disdik Parepare menggunakan APBD TA 2021 sebesar kurang lebih Rp1,2 miliar. Kasus ini bermula dari adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Terdapat ketidaksesuaian pembayaran dalam proyek pengadaan Laptop yang diperuntukkan bagi sejumlah sekolah pada Dinas Pendidikan Parepare. Akibatnya, barang tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak sekolah.

BACA JUGA :  Kepsek SDN Mattoangin II Dituding Lakukan Pungli

Selain itu, terdapat dua perusahaan yang terlibat dalam kasus pengadaan Laptop Disdik Parepare, yakni PT Icon dan Grafika.

Anggaran proyek pengadaan yang seharusnya dicairkan untuk membayar PT Icon sebagai penyedia sah, justru dibayarkan ke Grafika. Itu disebabkan adanya pergantian PPK pada Disdik Parepare saat proyek berjalan.

PT Icon juga telah menggugat perdata Pemkot Parepare atas kesalahan bayar dan gugatan itu dimenangkan hingga tingkat kasasi.

(Ardi)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah
Skandal CCTV di Gang Sepi
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?