Kapolda Sulsel Tegaskan 3 Owner Skincare Berbahaya Akan Ditahan, Netizen : Oh Tak Mungkin!

Minggu, 5 Januari 2025 - 17:56 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kapolda Sulsel Tegaskan 3 Owner Skincare Berbahaya Akan Ditahan, Netizen : Oh Tak Mungkin!

Foto Kolase : Tiga Owner Skincare Makassar

Zonafaktualnews.com – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan, menegaskan bahwa tiga pemilik skincare yang diduga mengedarkan produk berbahaya dengan kandungan merkuri akan segera ditahan.

Penegasan ini disampaikan dalam rilis akhir tahun yang digelar di Mapolda Sulsel pada Senin (30/12/2024).

Yudhiawan menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mencurigai peredaran produk skincare yang mengandung bahan berbahaya.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bahwa beberapa produk mengandung merkuri, yang membahayakan kesehatan pengguna.

Tiga pemilik merek skincare akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Beberapa produk memang mengandung merkuri, sementara yang lainnya tidak. Namun, temuan ini cukup untuk membawa mereka ke proses hukum,” ujar Yudhiawan.

Tiga tersangka yang dimaksud adalah pemilik Mira Hayati, MH alias Mira Hayati; Fenny Frans MS alias Mustadir Dg Sila (suami dari Fenny Frans) yang memiliki kosmetik Fenny Frans; dan pemilik RG Glow, AS alias Agus Salim.

BACA JUGA :  Rutan Makassar Bantah Isu Suap Rp 25 Juta dan Fasilitas Khusus Bos Skincare Ilegal

Meski demikian, Yudhiawan menjelaskan bahwa penahanan terhadap tersangka Mira Hayati belum dilakukan karena kondisi kesehatannya yang sedang terganggu.

“Pada saat itu, tersangka Mira Hayati dalam kondisi sakit, muntah darah, dan ternyata juga sedang hamil,” ungkapnya.

Kapolda Sulsel memastikan bahwa meskipun penahanan terhadap Mira Hayati ditunda, pihak kepolisian akan tetap menahan ketiga tersangka lainnya untuk mencegah kemungkinan pelarian.

“Kami akan segera melakukan penahanan agar mereka tidak melarikan diri,” tegasnya.

Proses hukum terhadap ketiga tersangka kini telah memasuki tahap pengiriman berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum.

BACA JUGA :  Oknum Polisi Briptu AL Ditahan Propam Usai Aniaya Mantan Pacar di Pinrang

Yudhiawan menyebutkan bahwa meskipun berkas telah diserahkan, ada kemungkinan beberapa berkas akan dilengkapi.

“Jika berkas tidak lengkap dan masa penahanan habis, mereka mungkin akan dibebaskan. Namun, jika berkas sudah memenuhi persyaratan, penahanan akan segera dilakukan,” jelasnya.

Saat ini, kasus peredaran skincare berbahaya ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan setelah penyidikan yang dimulai pada awal November 2024.

Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Dedi Supriyadi, mengungkapkan bahwa dua berkas perkara telah dinyatakan lengkap, sementara satu berkas lainnya akan diekspos pada awal tahun depan.

Dedi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga kasus ini mencapai pengadilan.

“Kami memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan hingga ke meja hijau,” tambahnya.

BACA JUGA :  Proyek RS Galesong Gagal, Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Bupati Takalar

Sementara itu, sejumlah netizen memberikan reaksi terhadap pernyataan Kapolda Sulsel soal penegasan tiga owner skincare yang bakal ditahan

“Oh Tak Mungkin!” ujar salah satu netizen dengan nada skeptis, Minggu (5/1/2025)

“Sangat setuju! Harus ada tindakan tegas untuk yang meracuni masyarakat dengan produk seperti itu.” kata netizen lainnya mendukung tindakan tegas Kapolda Sulsel.

“Semoga kali ini nggak ada yang dilepaskan karena alasan apapun. Harus tegas dan berani untuk melawan kejahatan kosmetik ilegal ini.” tulis yang lainnya

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas
Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa