Zonafaktualnews.com – Perjalanan pulang menggunakan KRL dari Stasiun Bekasi Timur menjadi akhir kisah hidup Nur Ainia Eka Rahmadhyna, salah satu karyawan Kompas TV yang menjadi korban dalam kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh.
Ainia yang bekerja di bagian Production Support diketahui meninggalkan kantor pada pukul 19.31 WIB. Seperti hari-hari sebelumnya, sang adik, Ian, berencana menjemputnya di stasiun.
Sayangnya malam itu, situasi berubah menjadi kecemasan saat kabar kecelakaan KRL beredar pada waktu yang berdekatan dengan jam kepulangan korban.
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho, mengungkapkan bahwa kecurigaan pertama muncul dari sang adik yang merasa waktu kejadian bertepatan dengan rutinitas kakaknya.
“Tadi ada adiknya, Ian namanya, itu biasa menjemput di stasiun. Sampai jam itu dia dapat informasi bahwa ada kecelakaan Commuter Line. Dia merasa bahwa itu kebiasaan jam kakaknya pulang. Terus kemudian dia mengecek dan menyampaikan ke rekan-rekan di kantor,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Mendapat informasi tersebut, pihak kantor segera bergerak cepat dengan membentuk tim crisis center untuk melakukan penelusuran ke berbagai rumah sakit. Namun hingga sekitar pukul 01.00 dini hari, keberadaan Ainia belum juga ditemukan.
“Akhirnya pukul pagi kita sudah putuskan krisis, kita siapkan untuk yang terburuk sembari berdoa tetap ada mukjizat,” jelasnya.
Harapan itu akhirnya pupus setelah pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB, pihak kantor menerima konfirmasi bahwa Ainia telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Rumah Sakit Polri.
“Jadi itu prosesnya. Sejak awal kami sudah menyiapkan, bertanya kepada pihak PT KAI, pihak kepolisian, pihak rumah sakit yang sejak awal membantu mencari di seluruh rumah sakit dan sampai siang tadi kami mendapat konfirmasi rekan kami, sahabat kami (meninggal),” jelasnya.
Terkait prosesi pemakaman, keluarga berencana memakamkan almarhumah pada Rabu di kawasan Tambun, Bekasi, sesuai permintaan orang tua.
“Rencana saya belum tahu, tapi saya dengar dari pihak keluarga akan dimakamkan besok, hari Rabu. Jamnya saya masih menunggu nanti biar keluarga yang (menyampaikan),” ujarnya.
Pihak Kompas TV juga memastikan akan mendampingi proses pemakaman hingga selesai sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terakhir.
“Tapi yang pasti dari Kompas TV sudah menyiapkan termasuk pemakaman, tempat pemakaman atas persetujuan keluarga tentunya, karena sampai dengan diserahkan masih tanggung jawab kami Kompas TV dan redaksi Kompas TV,” sambungnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















