SPBU Kalabbirang dan Kalampa di Takalar Diduga Selewengkan Kuota BBM Subsidi

Kamis, 23 April 2026 - 13:53 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Zonafaktualnews.com – SPBU Kalabbirang 74.922.02 dan SPBU Kalampa 74.922.43 di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan diduga menyelewengkan kuota BBM subsidi.

Dugaan ini muncul usai banyaknya keluhan masyarakat, khususnya petani, yang mengaku kesulitan memperoleh BBM meski telah mengantongi barcode resmi sebagai syarat pembelian.

Persoalan ini langsung memicu perhatian serius terhadap pola distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.

Di tengah sistem yang diklaim terkontrol, kondisi di lapangan justru menunjukkan adanya hambatan akses bagi masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas penerima.

Aliansi Pergerakan Masyarakat dan Pemuda (APMP) Takalar pun angkat suara. Mereka menilai persoalan distribusi BBM subsidi di lapangan tidak bisa dianggap sepele dan perlu segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA :  Menguak Praktik Manipulasi Cukai Rokok OPAA dan RC, Bea Cukai Sulbagsel Lembek

APMP mendesak Pertamina regional agar tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung melakukan pemeriksaan terbuka guna memastikan ke mana sebenarnya aliran BBM subsidi tersebut.

Menurut APMP, terdapat kejanggalan yang mengindikasikan potensi penyimpangan dan perlu segera diungkap demi mencegah kerugian yang lebih luas bagi masyarakat kecil.

“Kami mendesak Pertamina regional segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami petani. Lakukan pemeriksaan terbuka di SPBU Kalabbirang dan SPBU Kalampa, ungkap jika ada permainan kuota, serta tindak tegas setiap bentuk penyimpangan,” tegas pernyataan Aliansi, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA :  Tambang Pasir Ilegal Makin Menggila, Kapolres Takalar Dinilai Kehilangan Nyali

APMP menegaskan bahwa BBM subsidi merupakan hak masyarakat kecil, bukan ruang untuk kepentingan segelintir pihak.

Jika distribusi terus bermasalah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh petani, nelayan, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada BBM untuk aktivitas ekonomi.

Selain mendesak Pertamina, APMP juga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan, khususnya terhadap SPBU Kalabbirang dan SPBU Kalampa, agar tidak terjadi pembiaran.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembusuran di Permandian Topejawa

Sebagai langkah lanjutan, APMP menyatakan siap menggelar aksi besar jika tuntutan tersebut tidak segera direspons. Tekanan publik dinilai penting untuk memastikan persoalan ini ditangani secara terbuka dan tuntas.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang
DPRD Sulsel Klaim Stok BBM Aman, Fakta di Lapangan Warga Antre di Pertamini
Tak Ada Penindakan Tegas Antrean Truk di SPBU Parepare, Satgas BBM Ompong
Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 02:02 WITA

Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang

Kamis, 10 September 2026 - 19:19 WITA

DPRD Sulsel Klaim Stok BBM Aman, Fakta di Lapangan Warga Antre di Pertamini

Kamis, 10 September 2026 - 15:57 WITA

Tak Ada Penindakan Tegas Antrean Truk di SPBU Parepare, Satgas BBM Ompong

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Berita Terbaru