Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:29 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Perang kembali meletus di Timur Tengah. Rudal-rudal melesat di langit malam, suara ledakan mengguncang rumah-rumah, dan ketakutan menjadi teman tidur yang tak diundang.

Di saat sebagian dari mereka berlari mencari perlindungan, kita di Indonesia masih bisa terbangun untuk sahur dengan tenang.

Kita masih bisa duduk santai menikmati kopi dan hidangan sahur. Masih bisa mendengar azan Subuh tanpa dentuman bom. Masih bisa melangkah ke masjid dengan rasa aman.

Kita masih asyik menonton dracin, berjalan-jalan ke mall, bercengkerama bersama keluarga, bahkan tidur nyenyak tanpa dihantui sirene serangan udara.

Kita masih sempat menunggu THR, bercanda, membuat status media sosial, atau sekadar rebahan setelah tarawih.

BACA JUGA :  Menag Larang Shalat Tarawih Pakai Pengeras Suara saat Ramadan

Sementara itu, di negeri yang terluka perang, ada yang bahkan tak bisa memejamkan mata.

Malam mereka bukan tentang ibadah yang khusyuk, tetapi tentang bertahan hidup. Anak-anak terbangun bukan karena ingin sahur, melainkan karena suara sirene dan ledakan. Para orang tua bukan hanya memikirkan menu berbuka, tetapi keselamatan keluarga.

Perbandingan ujian iman antara mereka dan kita begitu jauh.

Di tengah keterbatasan, ancaman, dan kehilangan, mereka tetap berpuasa, tetap bersujud, tetap melafalkan ayat-ayat suci dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Sementara kita, yang hidup dalam keamanan dan kecukupan, terkadang masih mengeluh soal hal-hal kecil. Mengeluh tentang macet, cuaca panas, menu berbuka yang kurang sesuai selera, atau hal sepele lainnya.

BACA JUGA :  Bazar Ramadan Masale Diserbu Warga, UMKM Lokal Kebanjiran Pembeli

Padahal kita masih bisa tadarus Al-Qur’an dengan tenang. Masih bisa berdzikir tanpa rasa takut. Masih bisa bercermin dan memperbaiki diri tanpa tekanan suara perang.

Nikmat keamanan sering kali terasa biasa, padahal itulah karunia yang luar biasa.

Belajar syukur dari negeri yang terluka perang bukan berarti membandingkan penderitaan, melainkan menyadari betapa besar nikmat yang kita rasakan hari ini.

Jika kita tak mampu berada di sana membantu secara langsung, setidaknya jangan lupa mendoakan. Jangan biarkan kenyamanan membuat kita lalai.

BACA JUGA :  Rudal Hantam Bunker Petinggi Israel, Tel Aviv Gelap dan Kilang Minyak Ikut Terbakar

Karena ketika rudal terbang di langit mereka, kita sedang menikmati damai yang sering kita anggap sepele.

Lalu, pantaskah kita terus mengeluh?

Mari jadikan setiap hari sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Kurangi keluhan, perbanyak doa, dan kuatkan empati. Sebab kedamaian yang kita rasakan hari ini adalah nikmat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

 

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Berita Terbaru