Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Ilustrasi Perang Timur Tengah

Perang kembali meletus di Timur Tengah. Rudal-rudal melesat di langit malam, suara ledakan mengguncang rumah-rumah, dan ketakutan menjadi teman tidur yang tak diundang.

Di saat sebagian dari mereka berlari mencari perlindungan, kita di Indonesia masih bisa terbangun untuk sahur dengan tenang.

Kita masih bisa duduk santai menikmati kopi dan hidangan sahur. Masih bisa mendengar azan Subuh tanpa dentuman bom. Masih bisa melangkah ke masjid dengan rasa aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita masih asyik menonton dracin, berjalan-jalan ke mall, bercengkerama bersama keluarga, bahkan tidur nyenyak tanpa dihantui sirene serangan udara.

BACA JUGA :  Bazar Ramadan Masale Diserbu Warga, UMKM Lokal Kebanjiran Pembeli

Kita masih sempat menunggu THR, bercanda, membuat status media sosial, atau sekadar rebahan setelah tarawih.

Sementara itu, di negeri yang terluka perang, ada yang bahkan tak bisa memejamkan mata.

Malam mereka bukan tentang ibadah yang khusyuk, tetapi tentang bertahan hidup. Anak-anak terbangun bukan karena ingin sahur, melainkan karena suara sirene dan ledakan. Para orang tua bukan hanya memikirkan menu berbuka, tetapi keselamatan keluarga.

Perbandingan ujian iman antara mereka dan kita begitu jauh.

Di tengah keterbatasan, ancaman, dan kehilangan, mereka tetap berpuasa, tetap bersujud, tetap melafalkan ayat-ayat suci dalam kondisi penuh ketidakpastian.

BACA JUGA :  Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas

Sementara kita, yang hidup dalam keamanan dan kecukupan, terkadang masih mengeluh soal hal-hal kecil. Mengeluh tentang macet, cuaca panas, menu berbuka yang kurang sesuai selera, atau hal sepele lainnya.

Padahal kita masih bisa tadarus Al-Qur’an dengan tenang. Masih bisa berdzikir tanpa rasa takut. Masih bisa bercermin dan memperbaiki diri tanpa tekanan suara perang.

Nikmat keamanan sering kali terasa biasa, padahal itulah karunia yang luar biasa.

Belajar syukur dari negeri yang terluka perang bukan berarti membandingkan penderitaan, melainkan menyadari betapa besar nikmat yang kita rasakan hari ini.

BACA JUGA :  Sheikh Abbasi Ditangkap, Aktivitas Masjid Al-Aqsa Dibatasi Israel Jelang Ramadan

Jika kita tak mampu berada di sana membantu secara langsung, setidaknya jangan lupa mendoakan. Jangan biarkan kenyamanan membuat kita lalai.

Karena ketika rudal terbang di langit mereka, kita sedang menikmati damai yang sering kita anggap sepele.

Lalu, pantaskah kita terus mengeluh?

Mari jadikan setiap hari sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Kurangi keluhan, perbanyak doa, dan kuatkan empati. Sebab kedamaian yang kita rasakan hari ini adalah nikmat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

 

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak
Heboh Isu Makhluk Gaib di HSU, Satpol PP Terbitkan Edaran Tingkatkan Kewaspadaan
Jejak Gelap Rutan Masamba Terkuak, Kepala BNNP Sulsel dan Karutan Didesak Dicopot
Tambang Ilegal “Berpesta” di Maros, Penegakan Hukum Sujud di Bawah Kaki Mafia?
Satu Lahan Empat Alas Hak, Sengkarut ‘Sertifikat Siluman’ di Macanda Gowa Terkuak
Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar Terungkap, Ada Mobil dan Jam Mewah
Pelarian Kiai Tersangka Pencabulan 50 Santriwati Berakhir di Tangan Polisi
F-KRB Sentil BGN, Nilai MBG Tak Efektif, Desak Audit Total Pemborosan Anggaran

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:08 WITA

Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:04 WITA

Heboh Isu Makhluk Gaib di HSU, Satpol PP Terbitkan Edaran Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:41 WITA

Jejak Gelap Rutan Masamba Terkuak, Kepala BNNP Sulsel dan Karutan Didesak Dicopot

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WITA

Tambang Ilegal “Berpesta” di Maros, Penegakan Hukum Sujud di Bawah Kaki Mafia?

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:34 WITA

Satu Lahan Empat Alas Hak, Sengkarut ‘Sertifikat Siluman’ di Macanda Gowa Terkuak

Berita Terbaru