Anggaran Raksasa, Keamanan Lemah, Sahroni Desak Investigasi PDN

Jumat, 28 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Ist)

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Ist)

Zonafaktualnews.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti anggaran raksasa Kominfo sebesar Rp 4,9 triliun di APBN, dengan Rp 700 miliar di antaranya dialokasikan untuk pemeliharaan PDN. Ironisnya, saat ini PDN justru dibobol dan belum pulih.

Sahroni mendesak lembaga penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana di PDN, mengingat kualitas kinerja PDN tidak sebanding dengan besar anggarannya.

“Dengan dana sebesar itu, bagaimana mungkin proteksi sibernya mudah dibobol dan tidak bisa dipulihkan? Kan tidak masuk akal, apa saja yang mereka lakukan selama ini dengan dana sebesar itu?” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (28/6/2024).

“Patut diduga, ada indikasi penyelewengan dana di sana, ada oknum-oknum tidak kompeten di PDN. Jadi saya kira, tidak ada salahnya bagi lembaga penegak hukum seperti Polri, KPK, dan Kejagung untuk mulai menyelidiki dugaan tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sahroni menekankan pentingnya pejabat di lembaga terkait untuk bertanggung jawab terhadap kinerja dan keamanan lembaganya.

BACA JUGA :  Ahmad Sahroni “Ditendang” dari Wakil Ketua Komisi III, Kini Jadi Anggota Biasa

“Apalagi ini juga terkait data banyak kementerian/lembaga. Kegiatan kenegaraan kita bisa lumpuh dan terancam jika hal-hal seperti ini disepelekan dan terulang lagi. Masa negara kita dibuat tidak berdaya seperti ini, data sentral dibobol dengan mudah. Sangat fatal dan memalukan,” tegas Sahroni.

Bendahara Umum NasDem itu menegaskan bahwa harus ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden peretasan PDN yang tak kunjung pulih.

BACA JUGA :  Tak Bisa Mengelak! Kejagung Patahkan Bantahan Pertamina Soal Tak Oplos Pertamax

“Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden ini. Jangan cuma ngeles dengan seribu alasan tanpa adanya perbaikan,” pungkasnya

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Refly Harun dan Jahmada Nyaris Baku Hantam di Live TV, Sempat Saling Dorong
Jusuf Kalla Buka Suara Usai Dilaporkan, Singgung Fitnah dan Klarifikasi Syahid
Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian
Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru
Efisiensi Anggaran Dipertanyakan, Motor MBG Diduga Di-markup Fantastis
Perlawanan Belum Selesai, Budiman S Bawa Sengketa Tanah Maros ke MA
PERMAHI Kawal Kasus ART Bengkulu, Nilai Cacat Bukti dan Dorong RDPU DPR
Dituding Danai Roy Suryo, JK Ngamuk Laporkan Rismon atas Tuduhan Tanpa Bukti

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:44 WITA

Refly Harun dan Jahmada Nyaris Baku Hantam di Live TV, Sempat Saling Dorong

Minggu, 19 April 2026 - 07:23 WITA

Jusuf Kalla Buka Suara Usai Dilaporkan, Singgung Fitnah dan Klarifikasi Syahid

Jumat, 17 April 2026 - 02:23 WITA

Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian

Kamis, 16 April 2026 - 23:45 WITA

Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru

Rabu, 15 April 2026 - 10:01 WITA

Efisiensi Anggaran Dipertanyakan, Motor MBG Diduga Di-markup Fantastis

Berita Terbaru