Turki Klaim Bunuh Pemimpin ISIS di Suriah

Rabu, 3 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISIS/Net

ISIS/Net

Zonafaktualnews.com – Pasukan Turki mengklaim membunuh tersangka pemimpin ISIS di Suriah. Hal itu disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Abu Hussein al-Qurayshi dikatakan telah mengambil alih kelompok itu setelah pendahulunya terbunuh musim gugur lalu

Erdogan mengatakan kepada outlet berita TRT Turki bahwa pemimpin ISIS itu “dilumpuhkan” dalam operasi badan intelijen MIT Turki pada Sabtu 29 April 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ISIS sejauh ini belum memberikan komentar tentang operasi yang membunuh pemimpinnya itu.

Sementara itu BBC yang dikutip Senin (1/4/2023), tidak dapat memverifikasi klaim Presiden Erdogan secara independen.

BACA JUGA :  Sadis! Ayah Aniaya 3 Anak, Bayi 4 Bulan Digorok

Badan intelijen MIT telah mengikuti Quraisy sejak lama, kata Erdogan.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami dengan organisasi teroris tanpa diskriminasi apapun,” tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sumber-sumber Suriah yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan operasi itu terjadi di kota utara Jandaris, dekat perbatasan Turki.

November 2022 lalu, kelompok militan itu mengumumkan kematian pemimpinnya, Abu al-Hassan al-Hashemi al-Qurayshi.

AS mengatakan dia terbunuh dalam operasi oleh pemberontak Tentara Pembebasan Suriah di Suriah barat daya pada pertengahan Oktober 2022.

BACA JUGA :  Inggris Akan Rayakan Penobatan Raja Charles III dengan Pesta Seks

Abu al-Hassan al-Hashemi al-Qurayshi mengambil alih kelompok itu setelah pemimpin sebelumnya Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi meledakkan diri dan keluarganya, saat pasukan khusus AS mengepung tempat persembunyiannya setelah baku tembak pada Februari 2022.

Operasi itu “menghilangkan ancaman teroris besar bagi dunia”, kata Presiden AS Joe Biden saat itu.

ISIS pernah menguasai wilayah seluas 88.000 km persegi (34.000 mil persegi) yang membentang dari Suriah timur laut melintasi Irak utara dan memberlakukan aturan brutalnya pada hampir delapan juta orang.

BACA JUGA :  GRB Resmi Laporkan Pengedar, Distributor, dan Bos Rokok Ilegal Joss Mild

Kelompok itu diusir dari wilayah terakhirnya pada 2019, tetapi PBB memperingatkan pada Juli bahwa ISIS tetap menjadi ancaman yang terus-menerus.

Diperkirakan memiliki antara 6.000 dan 10.000 antek di Suriah dan Irak, yang sebagian besar berbasis di daerah pedesaan dan terus melakukan serangan tabrak lari, penyergapan dan pengeboman pinggir jalan.

Afiliasi regional ISIS juga menimbulkan ancaman di zona konflik lain di seluruh dunia. PBB mengatakan jaringan yang paling kuat dan mapan berbasis di Afghanistan, Somalia, dan cekungan Danau Chad.

 

Editor : Isal

Berita Terkait

AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia
Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan
3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon
Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:49 WITA

AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 16:48 WITA

Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:43 WITA

Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan

Jumat, 10 April 2026 - 11:01 WITA

Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Berita Terbaru