3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia (Ist)

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia (Ist)

Zonafaktualnews.com – Tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, memicu sorotan keras dari Rusia terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa, 31 Maret 2026.

Nebenzia mengawali pernyataannya dengan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga anggota kontingen UNIFIL tersebut.

Nebenzia menegaskan pentingnya dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.

“Kami menuntut laporan lengkap dari Sekretariat PBB tepat waktu, termasuk informasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan keji ini. Rusia mengecam keras setiap aksi kekerasan terhadap kontingen UNIFIL, tanpa terkecuali,” ujar Nebenzia.

Dalam paparan selanjutnya, Nebenzia menggambarkan situasi di lapangan semakin memburuk akibat peningkatan operasi militer Israel, yang menimbulkan dampak luas bagi warga sipil serta infrastruktur vital di Lebanon.

BACA JUGA :  Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth

Menurutnya, ketegangan yang kian memuncak tidak bisa dilepaskan dari agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memperburuk stabilitas kawasan.

“Izinkan saya menegaskan, akar eskalasi konflik Lebanon-Israel saat ini berasal dari tindakan Washington dan Yerusalem Barat terhadap Iran, yang memicu gangguan lebih luas di Timur Tengah,” tegas Nebenzia.

Pengamat Rusia itu juga menyayangkan sikap sebagian anggota Dewan Keamanan PBB yang cenderung mengabaikan fakta tersebut, dan justru menempatkan perlawanan Lebanon sebagai pihak yang harus disalahkan.

BACA JUGA :  Google dan Meta Ditinggal, Pengguna Eropa Ramai-ramai Beralih ke Ecosia

“Sejumlah anggota Dewan Keamanan tetap bungkam dan terus berusaha menggambarkan perlawanan Lebanon sebagai pelaku utama di balik lonjakan kekerasan sepanjang Garis Biru,” pungkas Nebenzia.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Turki yang Berjuang Bebaskan 9 WNI dari Israel, Menlu Sugiono yang Tepuk Dada?
InCare Desak APIP Periksa Oknum Pejabat Parepare Terkait Pembiaran Alfamart Ilegal
Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik
PUPR Parepare Stop 2 Gerai Alfamart, 1 Tanpa STPW Dapat Perlakuan ‘Istimewa’
Anak Polisi Ngaku Kebal Hukum, Netizen: Mustahil Dipidana, Ortu Berpangkat
Lahir dengan Kelainan Langka, Bayi Bermata Satu di Kendari Cuma Hidup 5 Jam
Polisi Telusuri Aktivitas Terakhir Mahasiswi Unhas Sebelum Ditemukan Tewas
Trump Spill Bestie Baru Bareng “Alien”, Netizen : Dunia Ketar-ketir hehehe

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:22 WITA

Turki yang Berjuang Bebaskan 9 WNI dari Israel, Menlu Sugiono yang Tepuk Dada?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:37 WITA

InCare Desak APIP Periksa Oknum Pejabat Parepare Terkait Pembiaran Alfamart Ilegal

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WITA

Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:44 WITA

PUPR Parepare Stop 2 Gerai Alfamart, 1 Tanpa STPW Dapat Perlakuan ‘Istimewa’

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:53 WITA

Anak Polisi Ngaku Kebal Hukum, Netizen: Mustahil Dipidana, Ortu Berpangkat

Berita Terbaru