Zonafaktualnews.com – Tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, memicu sorotan keras dari Rusia terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa, 31 Maret 2026.
Nebenzia mengawali pernyataannya dengan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga anggota kontingen UNIFIL tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nebenzia menegaskan pentingnya dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
“Kami menuntut laporan lengkap dari Sekretariat PBB tepat waktu, termasuk informasi siapa yang bertanggung jawab atas serangan keji ini. Rusia mengecam keras setiap aksi kekerasan terhadap kontingen UNIFIL, tanpa terkecuali,” ujar Nebenzia.
Dalam paparan selanjutnya, Nebenzia menggambarkan situasi di lapangan semakin memburuk akibat peningkatan operasi militer Israel, yang menimbulkan dampak luas bagi warga sipil serta infrastruktur vital di Lebanon.
Menurutnya, ketegangan yang kian memuncak tidak bisa dilepaskan dari agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memperburuk stabilitas kawasan.
“Izinkan saya menegaskan, akar eskalasi konflik Lebanon-Israel saat ini berasal dari tindakan Washington dan Yerusalem Barat terhadap Iran, yang memicu gangguan lebih luas di Timur Tengah,” tegas Nebenzia.
Pengamat Rusia itu juga menyayangkan sikap sebagian anggota Dewan Keamanan PBB yang cenderung mengabaikan fakta tersebut, dan justru menempatkan perlawanan Lebanon sebagai pihak yang harus disalahkan.
“Sejumlah anggota Dewan Keamanan tetap bungkam dan terus berusaha menggambarkan perlawanan Lebanon sebagai pelaku utama di balik lonjakan kekerasan sepanjang Garis Biru,” pungkas Nebenzia.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok


















