Bau Amis Mark-up Internet di Pemkab Tator Menyengat, Polisi Diminta Usut Tuntas

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Zonafaktualnews.com – Anggaran fantastis senilai Rp6 miliar yang digelontorkan Pemkab Tana Toraja (Tator) untuk biaya internet dinilai tidak rasional

Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) mendeteksi adanya bau amis yang tidak sedap dalam pengadaan internet tersebut.

Laksus mendesak Ditreskrimsus Polda Sulsel untuk segera membongkar dugaan praktik mark-up itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Laksus, Muhammad Ansar, menilai alokasi dana yang terus membengkak setiap tahun tersebut sudah di luar batas kewajaran.

“Kami dorong Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan telaah. Sebab kami menemukan ketidaksinkronan antara nilai anggaran dengan manfaat di lapangan,” kata Ansar dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran tersebut mengalami kenaikan yang sangat mencolok.

BACA JUGA :  Kisah Budiman S yang Tak Didengar Hukum, Sendiri Melawan Kezaliman dan Ketidakadilan

Pada 2023, dana internet dialokasikan Rp1,2 miliar, namun bukannya diefisiensi, nilainya justru melonjak menjadi Rp1,5 miliar per tahun untuk periode 2025-2026.

“Jadi dalam 4 tahun Pemkab Tator menghabiskan hampir Rp6 miliar. Ini nilai yang sangat fantastis. Jika parameternya adalah manfaat maka nilai kami anggap tidak rasional,” tandas Ansar.

Kritik tajam pun diarahkan pada kebijakan Pemkab Tator yang justru memanjakan sektor ini di tengah kebijakan pemangkasan anggaran di sektor lain.

“Bayangkan, anggaran habis Rp6 miliar hanya untuk internet,” ketusnya.

Ketidaksinkronan ini semakin nyata lantaran fakta di lapangan menunjukkan kualitas internet di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) justru sering tidak berfungsi alias “lemot”.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar terkait urgensi penambahan kapasitas Mbps yang menyedot dana miliaran tersebut.

BACA JUGA :  Proyek PSEL Makassar Diduga Sarat Gratifikasi, Laksus Akan Laporkan ke Polda Sulsel

“Pertanyaannya, apa urgensinya itu anggaran internet ditambah sampai Rp1,5 miliar. Sektor lain saja dipangkas, kok ini justru ditambah. Ini jadi pertanyaan besar,” ucapnya.

Dalam proyek ini, Pemkab Tator diketahui menggandeng vendor swasta PT Global Link yang berbasis di Graha Pena Makassar.

Ansar menilai kerja sama tersebut gagal memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik.

“Artinya di sini sudah terjadi ketimpangan. Karena tidak memberi manfaat optimal untuk mendukung kinerja pelayanan ASN. Sementara anggarannya sangat bongsor,” paparnya.

Lebih jauh, Laksus juga menyoroti adanya potensi “main mata” dalam proses tender serta kemungkinan adanya aliran dana gelap di balik proyek ini.

BACA JUGA :  Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama

“Kami juga meminta agar indikasi gratifikasi diselidiki APH. Ada dugaan pengaturan antara Diskominfo sebagai leading sektor dengan Global Link. Ini membuka potensi gratifikasi,” jelasnya.

Laksus dipastikan tidak akan tinggal diam. Saat ini, mereka bersama Koalisi Aktivis Sulsel tengah merampungkan berkas laporan untuk diserahkan ke markas kepolisian.

“Kami tengah mengumpulkan dokumen untuk meneruskan laporan ke Polda Sulsel. Laporan akan dilayangkan pekan depan,” tutup Ansar yang mengaku telah melakukan koordinasi awal dengan pihak Ditreskrimsus Polda Sulsel.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan
Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:14 WITA

Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA