Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Zonafaktualnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara mengenai polemik anggaran pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyedot perhatian publik. Nilai proyek tersebut mencapai Rp1,05 triliun yang dialokasikan untuk mendatangkan 25 ribu unit motor listrik impor.

Purbaya mengungkapkan sebuah fakta bahwa dirinya sebenarnya telah memberikan penolakan terhadap rencana belanja tersebut sejak tahun lalu.

Sayangnya, pos anggaran itu secara tak terduga tetap muncul dalam sistem, sebuah kondisi yang kemudian ia istilahkan sebagai bentuk “kecolongan”.

Akar permasalahannya disebut-sebut berasal dari celah pada perangkat lunak (software) milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang saat ini tengah dibenahi secara intensif.

“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” tegas Purbaya.

Menkeu juga menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan anggaran yang dianggap masih menyisakan lubang.

Ia mendesak adanya pembaruan teknologi yang lebih ketat agar setiap belanja negara dapat dipantau secara maksimal tanpa ada anomali.

BACA JUGA :  Program MBG Kacau Balau, Jumlah Siswa Keracunan Tembus 7.368 Orang

“Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software-nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.

Di lain pihak, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi bahwa pengadaan ribuan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

BACA JUGA :  Tak Punya Sertifikat Higiene dan IPAL, 136 Dapur MBG di Sulsel Disuspend

Kendaraan operasional ini ditujukan untuk memfasilitasi tugas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan data BGN, proses realisasi pengadaan bahkan sudah berjalan secara bertahap sejak Desember 2025 dengan jumlah unit yang telah terealisasi melampaui 21 ribu unit.

“Pengadaan motor tersebut memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” terang Dadan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai
Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros
HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati
Berawal Baku Lirik Berakhir Tatap Polisi, Penganiaya Selebgram Makassar Diciduk
Pengendali Sabu Medan-Makassar Tak Dituntut, Nama Andido Tak Masuk Berkas JPU
Tak Puas Dibui, Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Taufik Sontoloyo Dicungkil
14 Kapolres di Sulsel Dikocok Ulang, Gowa, Maros hingga Toraja Ganti Nakhoda

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:50 WITA

Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:54 WITA

Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:42 WITA

HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02 WITA

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati

Senin, 29 Juni 2026 - 12:40 WITA

Berawal Baku Lirik Berakhir Tatap Polisi, Penganiaya Selebgram Makassar Diciduk

Berita Terbaru