Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:08 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak

Visual dibuat dengan AI

Zonafaktualnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara mengenai polemik anggaran pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyedot perhatian publik. Nilai proyek tersebut mencapai Rp1,05 triliun yang dialokasikan untuk mendatangkan 25 ribu unit motor listrik impor.

Purbaya mengungkapkan sebuah fakta bahwa dirinya sebenarnya telah memberikan penolakan terhadap rencana belanja tersebut sejak tahun lalu.

Sayangnya, pos anggaran itu secara tak terduga tetap muncul dalam sistem, sebuah kondisi yang kemudian ia istilahkan sebagai bentuk “kecolongan”.

BACA JUGA :  Trump PHK Ribuan Pegawai Pemerintahan AS Demi Efisiensi Anggaran

Akar permasalahannya disebut-sebut berasal dari celah pada perangkat lunak (software) milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang saat ini tengah dibenahi secara intensif.

“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” tegas Purbaya.

Menkeu juga menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan anggaran yang dianggap masih menyisakan lubang.

Ia mendesak adanya pembaruan teknologi yang lebih ketat agar setiap belanja negara dapat dipantau secara maksimal tanpa ada anomali.

BACA JUGA :  Kepala Bea Cukai Makassar Berharta Rp13,7 M, Rumah Bak Istana

“Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software-nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.

Di lain pihak, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi bahwa pengadaan ribuan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Kendaraan operasional ini ditujukan untuk memfasilitasi tugas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BACA JUGA :  Sri Mulyani Kuliti Transaksi "Hantu" Rp 349 Triliun

Berdasarkan data BGN, proses realisasi pengadaan bahkan sudah berjalan secara bertahap sejak Desember 2025 dengan jumlah unit yang telah terealisasi melampaui 21 ribu unit.

“Pengadaan motor tersebut memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” terang Dadan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah
DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:16 WITA

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WITA

APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Berita Terbaru