DPR RI Didesak RDPU, Telanjangi Mafia Narkotika Kasus Jalur Medan–Makassar

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Zonafaktualnews.com – Komisi III DPR RI didesak untuk turun tangan menelanjangi aroma busuk mafia hukum yang membayangi kasus narkotika jalur Medan–Makassar.

Melalui permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Gerakan Kritik Praktik Hukum Indonesia (GKPHI) menuntut lembaga legislatif tersebut membongkar tuntas kejanggalan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar yang dinilai sarat manipulasi.

GKPHI menegaskan bahwa RDPU adalah satu-satunya cara untuk menguliti fakta di balik lolosnya paket narkotika dan dugaan adanya “pemain besar” yang disembunyikan di balik jeruji rutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan tersebut disampaikan setelah sejumlah fakta dalam proses persidangan dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam praktik penegakan hukum, mulai dari lolosnya paket narkotika dari pengawasan pengiriman, dugaan pengendalian jaringan dari dalam rumah tahanan, hingga tidak terungkapnya aktor utama dalam perkara tersebut.

BACA JUGA :  Viral di Media Sosial, Pembeli Skincare Dapat Paket Narkoba

Ketua GKPHI, Muh. Tawakkal Wahir, menilai terdakwa berpotensi hanya dijadikan pihak yang menanggung seluruh beban perkara, sementara aktor utama jaringan narkotika belum tersentuh proses hukum.

“Hal ini memperkuat dugaan bahwa terdakwa berpotensi hanya menjadi korban dalam rantai yang lebih besar. Fakta utama perkara justru belum dibuka secara terang kepada publik,” ujar Tawakkal Wahir dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

GKPHI juga menilai berkas perkara tidak disusun secara utuh dan proses penanganan perkara berlangsung tidak transparan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mencederai prinsip fair trial serta membuka ruang terjadinya kriminalisasi terhadap terdakwa.

BACA JUGA :  Geger, Pengedar Narkoba Ngaku Dilindungi Polisi

“Kami melihat adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan, pengabaian kewajiban hukum, pembiaran di dalam rutan, hingga potensi pelanggaran hak asasi manusia apabila perkara ini diproses tanpa mengungkap aktor utama dan fakta utama secara menyeluruh,” lanjut Muh. Tawakkal Wahir.

Menurut GKPHI, praktik hukum seperti itu tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menjadikan hukum sebagai alat yang justru melindungi kejahatan terorganisir.

“Praktik hukum seperti ini tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menjadikan hukum sebagai alat kejahatan itu sendiri. Selain itu, hal ini juga berpotensi melanggar kode etik profesi aparat penegak hukum dan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” ujarnya.

Dalam permohonannya kepada Komisi III DPR RI, GKPHI meminta agar dilakukan evaluasi terbuka dan independen terhadap penanganan perkara tersebut, termasuk menguji keabsahan metode controlled delivery (pengiriman di bawah pengawasan), mengungkap aktor utama jaringan narkotika, serta menyelidiki dugaan kelalaian maupun kealpaan dalam proses penegakan hukum.

BACA JUGA :  Oknum Pengacara Ditangkap Usai Tabrakan, Polisi Temukan Senpi Ilegal dan Sabu

“Kami mendesak Komisi III DPR RI segera mengagendakan RDPU agar perkara ini dibuka secara terang di hadapan publik. Negara tidak boleh kalah oleh praktik mafia hukum dan jaringan narkotika yang diduga bermain di balik proses ini,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, GKPHI segera melayangkan surat resmi ke DPR RI sebagai mandat publik untuk memastikan bahwa hukum di Makassar tidak sedang “dijajakan” demi kepentingan mafia.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
2 Tahun Hilang, Gadis Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel Pakai Kunci Roda
Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam
Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh
Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:04 WITA

Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:03 WITA

Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:33 WITA

2 Tahun Hilang, Gadis Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel Pakai Kunci Roda

Berita Terbaru