Terbukti Culas, KPU Minta Maaf dan Akui 2.325 TPS Salah Input Suara

Jumat, 16 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terbukti Culas, KPU Minta Maaf dan Akui 2.325 TPS Salah Input Suara

Terbukti Culas, KPU Minta Maaf dan Akui 2.325 TPS Salah Input Suara

Zonafaktualnews.com – KPU RI meminta maaf atas kesalahan input data perolehan suara capres-cawapres.

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, mengakuinya ada proses input data yang tidak sesuai pencatatan di formulir C1-Hasil.

Hasyim Asyari, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mohon maaf, hasil pembacaannya kurang sempurna dan menimbulkan konversi dari formulir ke penghitungan tidak sesuai,” katanya, kepada wartawan, Jumat (16/2/2024).

Proses input data perolehan suara kata Hasyim dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan cara mengunggah foto kertas Form C1 Hasil berukuran plano.

BACA JUGA :  Roy Suryo Bongkar Server IT KPU Terhubung ke Perusahaan Tiongkok

Dia memastikan, tidak ada niat atau kesengajaan petugas mengubah hasil penghitungan suara.

“Tidak ada niat manipulasi, tidak ada niat mengubah hasil suara. Karena pada dasarnya, formulir C1-Hasil plano diunggah apa adanya, sebagaimana situasi yang diunggah teman-teman KPPS, itu bisa kita monitor, bisa kita saksikan bersama-sama,” katanya.

Hasyim memastikan, jumlah TPS yang hasil input datanya berbeda dengan hasil perolehan suara di Form C1-Hasil berukuran plano, terhitung kecil dibanding jumlah TPS yang sudah menginput ke Sirekap.

“Ada 2.325 TPS yang ditemukan konversinya berbeda dari yang sudah diunggah, hingga pagi ini mencapai 407.369 TPS,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hasyim Tepis Privat Jet, Diam Soal Dugem dan Main Perempuan

Menurutnya, persoalan selisih angka banyak ditemukan pada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Penyebabnya kesalahan membaca sistem terhadap tulisan tangan hasil penghitungan suara di Form C1-Hasil.

“Nanti akan dikoreksi melalui mekanisme rekapitulasi di tingkat kecamatan, dan nanti formulir hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, formulir D itu, juga akan diunggah di dalam Sirekap,” ucap Hasyim.

“Sehingga, siapa pun bisa ngecek ulang, apakah formulir yang sekiranya atau seandainya ditemukan salah hitung atau salah tulis, sudah dikoreksi atau belum,” tutup Hasyim

BACA JUGA :  Status Pendidikan Gibran Diubah Jadi S1, KPU Terancam Dipidana

Merespon hal itu, netizen di media sosial X Twitter mengatakan bahwa kejadian tersebut bentuk keculasan KPU RI

“Terbukti culas, ngeles lagi. Pantes suara 02 tinggi rupanya dimark-up,” ujar netizen

“Tak perlu minta maaf, kami tak bisa percaya dengan anda, mikro ekpresi wajah saja tampak tak jujur terlihat,” timpal netizen lainnya.

“Ini ketua KPU sudah 3 x dapat pelanggaran keras tapi kenapa tidak dihentikan saja, org kayak gini gak usah dipakai jadi ketua,” protes netizen lainnya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru