PDIP Ngamuk Tanduk Budiman Sudjatmiko dari Kepartaian

Senin, 21 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Banteng menanduk matador

Ilustrasi Banteng menanduk matador

Zonafaktualnews.com – Dukungan dan deklarasi Budiman Sudjatmiko terhadap Prabowo Subianto membuat PDIP mengamuk.

PDIP memastikan akan menanduk Budiman Sudjatmiko dari Kepartaian lantaran dianggap telah melanggar.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan pihaknya tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasto akan memberikan sanksi disiplin tegas terhadap hal ini.

Dia juga mengatakan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun akan menyampaikan hal tersebut pada hari ini, Senin (21/8/2023).

“Nanti, Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai.

Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas.

Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan,” ujar Hasto

Hasto menegaskan, selama ini, PDIP selalu kedepankan etika politik dan setiap orang yang masuk PDIP atas dasar kesukarelaan bukan dibajak atau diiming-imingi.

BACA JUGA :  Hasto Ungkap Banyak Kades Ditakut-takuti dan Dipaksa Dukung 02

Pembajakan ini pun dinilai sebagai bentuk ketidakpercayaan diri kubu Prabowo.

“Dengan melakukan politik devide et impera itu sebenarnya menunjukkan ketidakpercayaan diri dari pihak sana meskipun sebelumnya telah mencoba mengeroyok Pak Ganjar Pranowo,

Sehingga langkah langkah itu malah akan menghasilkan suatu energi positif bagi pergerakan seluruh kader PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Hasto juga mengomentari lokasi deklarasi tersebut yang terletak di Provinsi Jawa Tengah justru akan membuat kader PDIP di Jawa Tengah semakin solid. Pasalnya, kejadian ini mirip dengan Pemilu 2019 lalu.

BACA JUGA :  Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Batas Usia Maksimal Capres 70 Tahun

Saat itu, kubu Prabowo membangun posko di wilayah Solo, yang merupakan tempat asal Presiden Jokowi yang saat itu menjadi lawannya.

Hasilnya, kubu Prabowo justru kalah karena tindakannya telah memantik semangat militansi kader dan pendukung.

“Apa yang terjadi itu justru malah membangunkan spirit seluruh kader-kader PDI Perjuangan

Apalagi pengumumannya dilakukan di Jawa Tengah.

Ini membangkitkan militansi seluruh kader-kader PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko mendukung penuh Capres Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Tak Mau Media Meliput, Ini Alasan Prabowo Usir Wartawan dari Town Hall

Dukungan tersebut disampaikan sebagai tekad untuk kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendatang.

Budiman juga mengaku siap menerima sanksi apa pun dari PDIP pasca mendeklarasikan dukungannya ke Prabowo Subianto.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru