Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMAN 1 Parepare

SMAN 1 Parepare

Ringkasan

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare mengakui adanya celah pada aplikasi penerimaan siswa baru yang memungkinkan munculnya sejumlah anomali data saat proses seleksi.

Di tengah polemik perhitungan skor dan dasar kelulusan, sekolah menyebut hanya menjalankan sistem dari provinsi, sementara Disdik Sulsel meminta penjelasan ke sekolah. Kondisi ini memunculkan kesan Disdik dan sekolah saling lempar bola terkait SPMB 2026.

Zonafaktualnews.com – Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Muh Anshar Rahim, menanggapi metode perhitungan skor sehari pasca pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur domisili zona I, jalur afirmasi, dan jalur mutasi untuk tingkat SMA yang diumumkan pada Rabu kemarin (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anshar menyebut bahwa semua yang terkait seleksi SPMB berdasarkan juknis dan aplikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Termasuk metode perhitungan skor akhir hasil seleksi SPMB jalur domisili zona I, afirmasi, dan mutasi.

“Zona I itu (perhitungan skor), 1 kilometer dikurangi jarak rumah ke sekolah ditambah nilai TKA (Tes Kemampuan Akademik). Nilai TKA yang dimaksud sepertinya setelah dirata-ratakan dibagi dua mata pelajaran,” ujar Anshar didampingi Ketua Panitia dan Helpdesk Panitia Pelaksana SPMB SMAN 1 Parepare, Kamis (11/6/2026).

“Sekolah hanya user, menjalankan aplikasi. Semua dari provinsi, adminnya di provinsi. Karena SPMB itu harus melalui Permendiknas, diperjelas bahwa begini cara masuknya,” tambah Anshar.

Meski demikian, Anshar bersama panitia pelaksana SPMB SMAN 1 Parepare, tidak bisa menjelaskan bagaimana metode perhitungan skor pada jalur afirmasi dan mutasi.

Dari 54 siswa yang lulus jalur domisili zona I, rerata memiliki skor cukup tinggi. Skor tertinggi 9.945,33 dan skor terendah 9.701,17. Jalur afirmasi meluluskan 24 siswa dengan skor paling tinggi 9.595 dan skor terendah 7.180. Skor mengejutkan justru terlihat di jalur mutasi yang selisihnya sangat jauh. Dari 16 siswa yang lulus jalur mutasi, skor tertinggi 10.121,52 dan skor terendah 61,83.

BACA JUGA :  Jenazah Korban Tenggelam Diangkut Motor, Puskesmas Cempae Dikecam

“Beda dengan zona I. Yang jelas semua ada hitungannya (skor afirmasi dan mutasi). Yang kita umumkan sesuai hasil unduhan dari provinsi,” katanya.

Sementara, Helpdesk Panitia Pelaksana SPMB SMAN 1 Parepare, Akmal Nuhun mengatakan, jalur domisili zona I di dalam juknis secara umum jarak dari rumah ke sekolah 0-3 kilometer.

“Ada petunjuknya lagi, turunan juknisnya di bagian belakang, kita di SMAN 1 Parepare menggunakan 0-1 kilometer (domisili zona I). Ada beberapa sekolah yang begitu, karena dia kan sekolah favorit,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, meski menggunakan jarak 0-1 kilometer pada jalur domisili zona I, aplikasi SPMB yang digunakan tidak secara otomatis menolak pendaftar yang jarak rumahnya ke sekolah melebihi radius 1 kilometer.

“Buktinya, ada juga yang lolos bisa memilih SMAN 1 (saat pendaftaran jalur domisili zona I). Tapi tetap kita verifikasi semuanya, dan ada di atas 1 kilometer dari 268 pendaftar yang terverifikasi di zona I,” kata Akmal disaksikan Ketua Panitia Pelaksana SPMB SMAN 1 Parepare, Ibrahim.

BACA JUGA :  Barang 'Ilegal 'Asal Malaysia Leluasa Masuk di Pelabuhan Parepare

“Di atas 1 kilometer sebenarnya tidak muncul SMAN 1. Ya, celahnya mungkin sistem, namanya aplikasi ada juga (jarak di atas 1 kilometer) yang muncul SMAN 1,” akunya.

Panitia juga mengakui, kelemahan aplikasi sebelum diverifikasi alamat siswa muncul di Serawak, Malaysia.

“Masih mending kalau diketahui negaranya. Ada yang diverifikasi gunung es yang kelihatan. Ada yang di tengah laut. Itu semua kita perbaiki saat verifikasi,” sambung Ibrahim, Ketua Panitia Pelaksana SPMB SMAN 1 Parepare.

Lebih lanjut Akmal mengungkapkan, dari 54 siswa yang lulus jalur domisili zona I (jarak rumah ke sekolah 0-1 kilometer), rerata jarak rumahnya ke sekolah sekitar 300 meter. Skor yang diperoleh berdasarkan metode perhitungan diambil dari: 1 kilometer dikurangi jarak rumah ke sekolah ditambah nilai TKA.

Hanya saja, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah nilai TKA yang dimaksud adalah total jumlah dua mata pelajaran TKA atau nilai rata-rata setelah dibagi dua mata pelajaran TKA.

Pihak panitia juga tidak menjelaskan secara detail mengenai skenario rumus perhitungan dalam menetapkan skor akhir siswa yang mendaftar jalur domisili zona I, apakah hasil perhitungannya menggunakan satuan kilometer (langsung memasukkan angka kilometer jarak secara mentah di dalam sistem) ataukah menggunakan satuan meter  dimana jarak dikonversi ke satuan meter (otomatis mengubah nilai kilometer jarak menjadi meter).

Skenario perhitungannya harus transparan agar bobot jarak menjadi valid, sebab hasil dari perhitungan jika menggunakan kedua rumus tersebut diperoleh skor akhir yang berbeda.

“1 kilo atau 10.000 meter, dikurang jarak rumah ke sekolah, tambah nilai TKA. (Rumus perhitungan skor) untuk zona I. Misalnya dia jarak rumahnya 800 meter, nilai TKA-nya 80. 1 kilo kan 10.000, dikurangi 800 menjadi 9.200, ditambah 80 menjadi 9.280. Itulah skornya,” paparnya.

BACA JUGA :  Kapolres Parepare Akhirnya Akui, MR Diduga Tewas Dianiaya Dua Polisi

Ia mengakui bahwa metode perhitungan skor pada semua jalur seleksi SPMB itu diatur oleh provinsi. Admin pusatnya di provinsi, sekolah cuma pakai aplikasi.

“Perhitungan skor semua berdasarkan juknis dan arahan provinsi. Kita cuma masukkan nama siswa, kita verifikasi berkasnya, pastikan jarak rumahnya ke sekolah sudah benar. Kalaupun ada yang mau kongkalikong, yang jelas kita verifikasi sesuai alamat rumahnya. Kalau ada yang salah, dibenarkan lagi,” katanya.

“Kita mengacu pada juknis yang ditetapkan provinsi. Kita juga, nanti selesai pengumuman baru diketahui perhitungannya ternyata begitu. Kita cuma masukkan (data siswa),” tambahnya.

Akmal menjelaskan, sisa kuota jalur afirmasi (84) dan jalur mutasi (2) akan dimasukkan di jalur prestasi sesuai juknis.

“Semua jalur yang tidak memenuhi kuota akan dibawa ke jalur prestasi, tidak ada yang dibawa ke jalur domisili zona II,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Andi Nadjamuddin, mengatakan bahwa SPMB 2026 ini pihaknya sudah menetapkan juknis sesuai juknis yang dikeluarkan kemendikdasmen.

Hanya saja, Iqbal enggan mengomentari lebih jauh terkait adanya keluhan sejumlah orang tua siswa mengenai metode perhitungan skor dan apa saja yang menjadi penentu kelulusan siswa pada jalur domisili zona I. Termasuk indikator penentu kelulusan pendaftar jalur afirmasi dan mutasi.

“Bisa ditanyakan di sekolah karena verifikasi berkas itu semua di sekolah. Kita (Disdik Sulsel) sudah menetapkan juknis sesuai juknis yang dikeluarkan kemendikdasmen,” kata Iqbal.

(Ardi)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”
Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?
Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah
Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone
Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila
Potret Buram Kelalaian Sistemik Pengelola Apparalang Tanpa Standar Keselamatan
Pesta Gay di Helen’s Night Mart Disikat Habis, Tiga Pemilik Diskotek Jadi Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WITA

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:28 WITA

GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:42 WITA

Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:34 WITA

Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:00 WITA

SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah

Berita Terbaru