Tak Mau Media Meliput, Ini Alasan Prabowo Usir Wartawan dari Town Hall

Rabu, 30 April 2025 - 12:34 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tak Mau Media Meliput, Ini Alasan Prabowo Usir Wartawan dari Town Hall

Prabowo buka suara kepada media soal alasan wartawan diusir di Town Hall Meeting (Foto Instagram)

Zonafaktualnews.com – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menutup sesi utama Town Hall Meeting Danantara dari peliputan media mengejutkan banyak pihak.

Momen yang paling dinanti—yakni arahan langsung dari Presiden—justru digelar secara tertutup.

Para wartawan yang sebelumnya hadir secara resmi atas undangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, tiba-tiba diminta keluar dari ruangan tanpa penjelasan rinci.

“Karena satu dan lain hal, teman-teman media diminta keluar dari ruangan,” ucap pembawa acara dari atas panggung, sesaat sebelum Prabowo naik ke podium.

BACA JUGA :  Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa

Wartawan digiring ke ruangan kosong di luar aula utama JCC Senayan dan dilarang kembali masuk. Bahkan, jika mereka mencoba keluar dari ruang isolasi tersebut, panitia mengancam akan mencabut seluruh akses peliputan mereka.

Setelah acara selesai, Prabowo akhirnya buka suara soal alasan di balik penutupan mendadak tersebut.

“Ya, tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi,” ujar Presiden Prabowo saat ditanya wartawan, Senin (28/4/2025).

BACA JUGA :  Mahfud Sebut Prabowo dan Jokowi Akan Alami Dinamika Pasca Putusan MK

Prabowo menambahkan, menurutnya tidak pantas menegur pejabat BUMN di hadapan media.

“Kan enggak enak kalau ditegur depan kalian,” lanjutnya singkat.

Acara Town Hall tersebut sebelumnya diawali dengan sambutan dari Kepala Danantara, Rosan Roeslani, dilanjutkan pemutaran video capaian 180 hari pertama Kabinet Merah Putih. Namun sesi utama yang melibatkan Prabowo justru menjadi yang paling tertutup.

Keputusan ini pun menuai tanda tanya. Di tengah tuntutan transparansi publik terhadap pemerintahan baru, langkah Prabowo menghalangi liputan media justru menimbulkan kesan tertutup dan eksklusif.

BACA JUGA :  Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo

Apakah menegur pejabat negara memang harus disembunyikan dari rakyat? Pertanyaan itu kini ramai diperbincangkan.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana