Eks Kepala PPATK Ungkap Ada Praktik “Tuyul” di Ditjen Pajak

Jumat, 10 Maret 2023 - 02:38 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Eks Kepala PPATK Ungkap Ada Praktik “Tuyul” di Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (pajakku.com)

Zonafaktualnews.com – Direktorat Jenderal Pajak terus menjadi sorotan masyarakat terkait kasus mantan Pejabat Pajak Rafael Alun yang diketahui memiliki harta tak wajar

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein mengungkap, banyak pegawai pajak melakukan praktik “tuyul” atau merangkap sebagai konsultan wajib pajak

Informasi terkait banyaknya praktik tersebut diperoleh dari salah satu pejabat pajak.

“Pernah ada kuesioner ke wajib pajak, adakah mereka menggunakan orang dalam sebagai dukun, jumlahnya ada seratusan. Itu yang dipermukaan saja” ujar Yunus, Kamis (9/3/2023)

Yunus menjelaskan, “tuyul” yang dimaksud adalah pegawai pajak turun menjadi konsultan bagi wajib pajak untuk mengakali agar pembayaran pajaknya dapat lebih rendah.

BACA JUGA :  Mantan Direktur Penyidikan Bea Cukai Ditangkap KPK Terkait Dugaan Suap Impor

“Saya sempat bertanya juga dengan orang dalam, jumlahnya mungkin hampir 5% dari total pegawai pajak,” katanya.

Meski demikian, menurut Yunus, tak banyak yang bisa terungkap. Beberapa kasus besar yang terungkap saat ia menjabat sebagai Kepala PPATK pada 2002-2011, antara lain kasus Gayus Tambuan dan Bahasyim Assifie.

Sementara kasus besar lainnya, yakni Angin Prayitno, Dhana Widyatmika, Tomy Hindratno, Handang Soekarno, dan Pargono Riyadi.

BACA JUGA :  Mahfud MD Desak KPK Selidiki Flexing Kaesang Pangarep dengan Private Jet

“Tidak semua maling ketangkap memang,” ujarnya.

KPK sebelumnya menemukan, terdapat sejumlah pegawai atau mantan pegawai pajak yang terafiliasi dengan Rafael Alun Trisambodo yang disebut sebagai geng pajak.

Namun, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan tak menemukan afiliasi Rafael dengan pegawai pajak lainnya saat melakukan investigasi terkait harta kekayaan Rafael.

“Sejauh ini untuk penanganan Rafael Alun Trisambodo, kami memang belum melihat adanya keterkaitan dengan pegawai Kemenkeu,

Kalau Rafael lebih kepada pihak terafiliasinya misalnya teman SMA, kakak-adik, orang tua, kami sampai saat ini melihatnya seperti itu,” kata Insepktur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/3/2023)

BACA JUGA :  KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil, Dugaan Korupsi Iklan BJB Makin Panas

Juru Bicara Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo juga mengaku tak tahu menahu soal adanya dugaan ‘mafia’ pajak yang terafiliasi dengan Rafael.

Menurut dia, klaim adanya kubu-kubu tersebut perlu menunggu temuan KPK

“Saya rasa itu menunggi pemeriksaan KPK saja, kan yang menyampaikan KPK. Kami hormati dan tunggu perkembangan di sana,” ujarnya

Editor : Isal

Berita Terkait

Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran
Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA
MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi
Denny Desak MK Tegakkan Konstitusi, Klaim Gibran Tak Memiliki Ijazah SMA
Lapas Sultan Pondok Bambu Terendus, Praktik Jual Beli Fasilitas Sel Terkuak

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:34 WITA

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:44 WITA

Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:28 WITA

MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?

Berita Terbaru