Prabowo Temukan Rp39 Triliun Dana Mengendap di Rekening Tak Bertuan

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berdiri di depan tumpukan uang hasil sitaan negara. (Ist)

Presiden Prabowo Subianto berdiri di depan tumpukan uang hasil sitaan negara. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan adanya temuan fantastis berupa dana mengendap senilai Rp39 triliun di sejumlah rekening yang tidak jelas kepemilikannya.

Dana jumbo tersebut diduga kuat merupakan aset hasil tindak kriminal yang sengaja ditinggalkan oleh para pelakunya.

Informasi ini disampaikan Presiden saat menghadiri seremoni penyerahan aset sitaan ke kas negara di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dana tersebut kini berstatus “tak bertuan” karena tidak ada pihak yang mengklaim atau mengelolanya.

“Saya juga dapat laporan, bahwa juga ada kurang lebih Rp39 triliun, uang-uang yang tidak jelas, para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening enggak jelas,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

BACA JUGA :  GAN Nyatakan Dukungan Penuh terhadap 8 Agenda Utama Presiden Prabowo

Presiden menduga kuat bahwa keluarga maupun kerabat terdekat para pelaku kriminal tersebut bahkan tidak menyadari keberadaan uang simpanan ini.

Prabowo mensinyalir harta gelap tersebut seringkali disembunyikan untuk kepentingan pribadi yang tidak diketahui oleh ahli waris sah.

“Mungkin dia (koruptor) banyak istri muda atau peliharaan-peliharaan. Jadi istri-istrinya, ahli warisnya gak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut,” ujar Presiden.

Melihat kondisi uang yang telah bertahun-tahun terbengkalai di perbankan, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan dana tersebut menganggur.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi PSR, Hakim Vonis Bebas Asbir dan Sahabuddin

Negara akan mengambil alih dana tersebut jika dalam jangka waktu tertentu tetap tidak ada yang mengurusnya.

“Sudah sekian tahun tidak diurus, ya saya katakan kalau sudah sekian tahun tidak diurus dan sudah satu tahun kita umumkan, nggak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat,” jelasnya.

Selain menyoroti dana Rp39 triliun tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Pada kesempatan yang sama, Satgas PKH resmi menyerahkan dana sitaan sebesar Rp10,27 triliun beserta lahan kawasan hutan seluas lebih dari 2,37 juta hektare kepada negara.

Keberhasilan ini menambah catatan panjang penyelamatan keuangan negara di era kepemimpinannya.

BACA JUGA :  Tersangka Korupsi Bupati Pekalongan Ngaku Tak Paham Hukum karena Pedangdut

Hingga saat ini, Presiden telah menyaksikan empat kali penyerahan uang sitaan dalam jumlah triliunan rupiah dari Satgas PKH.

“Saudara-saudara sekalian, sekali lagi ada suatu kehormatan bagi saya dan juga suatu kebahagiaan untuk hadir dalam acara ini. Saya kira ini sudah acara yang kesekian kali… Keempat kali dengan total penyerahan berapa? Total 40 triliun kurang lebih ya,” pungkasnya.

Sebagai catatan, sebelum penyerahan Rp10,27 triliun pada hari ini, negara telah mengamankan dana dari kasus ekspor CPO senilai Rp13 triliun (20/10/2025), serta penyitaan aset lainnya sebesar Rp6,62 triliun (24/12/2025) dan Rp11,42 triliun (10/4/2026).

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai
Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros
HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati
Berawal Baku Lirik Berakhir Tatap Polisi, Penganiaya Selebgram Makassar Diciduk
Pengendali Sabu Medan-Makassar Tak Dituntut, Nama Andido Tak Masuk Berkas JPU
Tak Puas Dibui, Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Taufik Sontoloyo Dicungkil
14 Kapolres di Sulsel Dikocok Ulang, Gowa, Maros hingga Toraja Ganti Nakhoda

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:50 WITA

Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:54 WITA

Budiman S Minta Hakim MA Objektif Telisik Fakta Kasasi Sengketa Perdata PN Maros

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:42 WITA

HMI Gowa Kutuk Tindakan Represif Polrestabes, Demokrasi Bukan Untuk Dibungkam

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02 WITA

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati

Senin, 29 Juni 2026 - 12:40 WITA

Berawal Baku Lirik Berakhir Tatap Polisi, Penganiaya Selebgram Makassar Diciduk

Berita Terbaru