Pukat UGM Desak KPK Periksa Jokowi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Whoosh

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi berpose di lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Jokowi berpose di lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Zonafaktualnews.com – Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, meminta KPK untuk memeriksa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Zaenur menilai, Jokowi sebagai pengambil kebijakan tertinggi dalam proyek tersebut perlu dimintai keterangan oleh KPK.

Ia juga mendorong agar seluruh pejabat di era pemerintahan Jokowi, termasuk Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, serta pelaksana proyek di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), ikut diperiksa.

“Jelas harus diperiksa. Mulai dari Presiden, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan sampai pelaksana proyeknya, semuanya harus diperiksa,” kata Zaenur, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (30/10/2025).

Proyek kereta cepat yang diresmikan Jokowi pada 2 Oktober 2023 itu kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan mark up atau pembengkakan biaya.

Utang proyek Whoosh disebut telah mencapai Rp116 triliun atau sekitar 7,2 miliar dolar AS.

Menurut Zaenur, audit menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan apakah benar terjadi tindak pidana korupsi atau hanya masalah perencanaan.

BACA JUGA :  Jokowi Siapkan Partai Super TBK, Sinyal Politik Baru di Indonesia?

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut, mulai dari negosiasi, MoU, kontrak, hingga proses pengadaan barang dan jasa.

“Semua dokumen harus diaudit agar bisa diketahui apakah memang ada unsur korupsi atau hanya persoalan kegagalan dalam perencanaan,” ujarnya.

Zaenur juga menyebut proyek KCIC bermasalah karena mengalami cost overrun lebih dari 30 persen. Selain itu, biaya operasionalnya tinggi dan utangnya harus dicicil hingga puluhan tahun ke depan.

BACA JUGA :  Immanuel Ebenezer Terseret OTT KPK, Kursi Wamenaker Terancam Goyang

“Proyek ini mengandung banyak masalah. Pertanyaannya, apakah ini akibat perencanaan yang buruk atau karena ada mark up dalam pembangunan?” kata Zaenur menambahkan.

Zaenur berharap KPK dapat melakukan audit investigatif secara terbuka agar publik mengetahui kondisi sebenarnya dari proyek kereta cepat yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan transportasi di era pemerintahan Jokowi itu.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru