Wow, Transaksi “Gelap” Rp 300 T Paling Banyak di Pajak Bea Cukai

Kamis, 9 Maret 2023 - 03:06 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Wow, Transaksi “Gelap” Rp 300 T Paling Banyak di Pajak Bea Cukai

Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram/mohmahfudmd)

Zonafaktualnews.com – Transaksi “gelap” sebagian besar berada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Hal itu diungkap oleh Menko Polhukam Mahfud MD saat di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/3/2023)

“Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai,” kata Mahfud

Mahfud mengatakan transaksi janggal ini berbeda dengan transaksi dari rekening pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo beserta keluarganya sebesar Rp500 miliar.

BACA JUGA :  KPU Tetapkan Tiga Pasangan Capres dan Cawapres 2024

“Saya juga sudah menyampaikan laporan lain di luar yang Rp500 miliar (temuan PPATK),” ujarnya.

Mahfud mengaku sudah menyerahkan informasi itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.

“Kemarin ada 69 orang pegawai Kemenkeu berharta tak wajar dengan nilai hanya enggak sampai triliunan. Hanya ratusan, ratusan miliar. Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira 300 T, harus dilacak,” katanya.

BACA JUGA :  Komika Abdur Cubit Gibran : Capek-capek Bayar Pajak Disamakan Binatang

Sebelumnya, Kemenkeu menemukan harta tak jelas milik 69 pegawai. Inspektur Jenderal Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh mengatakan telah memeriksa anomali harta kekayaan pegawai internal itu.

Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat mutasi rekening milik pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo tembus Rp500 miliar selama periode 2019-2023.

BACA JUGA :  Mahfud MD Desak KPK Selidiki Flexing Kaesang Pangarep dengan Private Jet

Kekayaan pejabat Ditjen Pajak dan Bea Cukai tengah mendapat sorotan publik.

Rafael Alun dan mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto telah diminta klarifikasi oleh KPK.

Editor : Isal.

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah