Rocky Sebut Jokowi Tak Ngerti Pancasila, Bengis Akan Kekuasaan

Kamis, 1 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Rocky Gerung dan Jokowi

Foto Kolase : Rocky Gerung dan Jokowi

Zonafaktualnews.com – Rocky Gerung sekaligus pengamat politik mengatakan Presiden Jokowi sebagai kepala negara itu tidak paham akan demokrasi dan tidak mengerti pancasila.

Pengamat politik ini mengatakan bukan tanpa alasan setelah ia mengetahui bahwa presiden mengatakan dirinya tidak akan netral dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Sejak awal kita tahu Presiden Jokowi enggak ngerti dia tentang demokrasi, dia enggak ngerti bahkan isi dari Pancasila.

Di pancasila itu ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk keadilan dalam Pemilu,” kata Rocky melalui kanal YouTubenya yang dilihat Kamis (1/6/2023).

Dia menyayangkan bahwa di ujung masa pemerintahannya, Presiden Jokowi justru menunjukan kebengisannya dalam berkuasa.

“Sayang sekali bahwa presiden Jokowi di ujung masa pemerintahannya menunjukkan taring kekuasaannya yang bengis itu,” katanya

“Soalnya jadi tetap kita masih anggap bahwa presiden memang belum puas berkuasa, jadi dia ingin tambah kekuasaan itu dengan ikut campur yang dia sebut tidak netral alias cawe-cawe,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Megawati Dinilai Blunder, "Kuliti" Jokowi di Hadapan Kader Banteng

Dia juga menyebut, sebagai kepala negara Presiden selalu punya kemampuan untuk membujuk dan menghukum.

Kalau Presiden membujuk itu artinya dia tahu dia kurang kuat maka dia membujuk, kalau dia menghukum dia tahu bahwa dia ditakuti karena itu dia akan dikendalikan keadaan.

“Jadi dalam dua hal, membujuk dan menghukum presiden punya semua peralatan” katanya.

BACA JUGA :  Debat Panas, Silfester Matutina dan Rocky Gerung Nyaris Adu Jotos di Acara TV

“Nah buruknya di dalam soal Pemilu mestinya peralatan itu tidak dia pakai itu dengan mengatakan ‘saya tidak akan cawe-cawe’.

Saya pasti netral karena ini kompetisi fair.  Tapi itu kan hilang dari pikiran dia itu atau memang enggak pernah dia pikirkan,” pungkasnya

Editor : Isal

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru