PDIP Harap Tak Ada Lagi Istilah Cebong dan Kampret

Jumat, 17 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai PDI Perjuangan/Net

Partai PDI Perjuangan/Net

Zonafaktualnews.com – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. PDIP berharap tak ada lagi istilah cebong kampret

Penggunaan dua istilah itu dinilai hanya akan memecah belah persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh politisi PDIP Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kita hindarkan, ini yang harus kita minimalisir baik itu di sosial media, kita tak ingin lagi itu ada cebong kampret (seperti Pilpres 2019), maupun di dalam dunia nyata karena akan berdampak pada perpecahan,” ujarnya

BACA JUGA :  Nasdem Sebut Video Viral Anies dan Paloh Hoax, Netizen : Itu Diedit Pakai AI

Masinton pun mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas Pemilu 2024 dengan mengedepankan politik yang membangun dan mencerdaskan masyarakat

“Ini yang harus kita jaga, teman-teman partai politik pasti punya tanggung jawab untuk menjaga kohesi sosial dan kohesi politik di Indonesia ini, suasananya biar kondusif,” ungkapnya

Masinton menekankan pentingnya pendidikan politik yang baik bagi masyarakat agar tidak terjadi polarisasi di Pilpres 2024.

BACA JUGA :  Nyali Anies Mulai Keluar Sindir Kubu Lawan Soal Pencitraan

“Kita harus politiknya, politik yang lebih problematiklah, konsepsional, sehingga perdebatannya mengajak kita pada pendidikan politik mencerdaskan, tidak ada lagi fitnah,”pungkasnya

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru