Meta Induk Facebook “Offside” Didenda Uni Eropa Rp 19,3 T

Rabu, 24 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Induk Facebook/Net

Meta Induk Facebook/Net

Zonafaktualnews.com – Meta induk Facebook didenda Uni Eropa sebesar Rp 19,3 triliun

Induk dari Facebook ini didenda lantaran “offside” transfer data pengguna dari Uni Eropa ke Amerika Serikat.

Denda tersebut dikenakan oleh Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu merupakan denda terbesar yang pernah diberikan atas pelanggaran Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) blok.

Penghentian transfer data Facebook tidak bersifat segera, dan Meta diberikan waktu lima bulan untuk mengimplementasikannya.

Hukuman DPC terkait dengan tantangan hukum yang diajukan oleh seorang aktivis privasi Austria, Max Schrems, atas kekhawatirannya yang muncul

BACA JUGA :  Bujang Gak Boleh Iri, Janda di Kendari Dilamar Duda Rp 1 M

Pasalnya, pengungkapan Edward Snowden bahwa data pengguna Eropa tidak terlindungi dengan cukup baik dari lembaga intelijen AS ketika ditransfer melintasi Samudera Atlantik.

Meta juga diberikan waktu enam bulan untuk menghentikan “pengolahan ilegal, termasuk penyimpanan, di Amerika Serikat”

Penyimpanan itu dari data pribadi pengguna UE yang telah ditransfer melintasi Samudera Atlantik, yang berarti data pengguna perlu dihapus dari server Facebook.

Putusan ini tidak mempengaruhi transfer data di platform utama Meta lainnya, yaitu Instagram dan WhatsApp.

Meta mengatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan ini dan mencari penangguhan atas perintah transfer data.

BACA JUGA :  Danny Pomanto Beri Kesaksian Soal Kasus Korupsi PDAM Makassar

DPC menyatakan bahwa Meta melanggar GDPR dengan terus mentransfer data pengguna UE ke Amerika Serikat tanpa langkah pengamanan yang memadai.

Meskipun putusan Pengadilan Kehakiman Eropa pada tahun 2020 yang mensyaratkan perlindungan yang kuat terhadap informasi tersebut.

CJEU memutuskan bahwa data yang meninggalkan UE harus memiliki tingkat perlindungan yang sama seperti yang diatur oleh GDPR saat mencapai tujuan di luar UE.

Meta, yang memiliki basis di Irlandia untuk wilayah Uni Eropa, menyatakan bahwa mereka diincar oleh DPC meskipun ribuan perusahaan lain menggunakan proses transfer data yang sama.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Kematian Siswa SMP Athira Makassar

“Kami juga kecewa telah dipilih sebagai sasaran ketika menggunakan mekanisme hukum yang sama seperti ribuan perusahaan lain yang ingin menyediakan layanan di Eropa,” tulis Nick Clegg, Presiden Urusan Global Meta, dan Jennifer Newstead, Kepala Hukum Meta, dalam sebuah kiriman blog pada hari Senin.

Clegg dan Newstead menambahkan, “Keputusan ini cacat, tidak berdasar, dan membuka preseden berbahaya bagi perusahaan-perusahaan lain yang mentransfer data antara UE dan AS.”

Mereka mengatakan bahwa internet berisiko terbagi menjadi wilayah nasional dan regional sebagai akibatnya.

Editor : Isal

Berita Terkait

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Trump Spill Bestie Baru Bareng “Alien”, Netizen : Dunia Ketar-ketir hehehe
AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia
Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:32 WITA

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:15 WITA

Trump Spill Bestie Baru Bareng “Alien”, Netizen : Dunia Ketar-ketir hehehe

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:49 WITA

AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 16:48 WITA

Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Berita Terbaru