Kompolnas Angkat Bicara Soal Mutasi Istri Wartawan Usai Bongkar Pungli di Bone

Jumat, 6 September 2024 - 13:50 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kompolnas Angkat Bicara Soal Mutasi Istri Wartawan Usai Bongkar Pungli di Bone

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti (Ist)

Zonafaktualnews.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, angkat bicara mengenai soal mutasi Gustina Bahri, istri wartawan Heri Siswanto, yang diduga terjadi usai pemberitaan terkait pungli dalam penerbitan SIM di Polres Bone, Sulawesi Selatan.

Insiden panas ini terjadi setelah Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, memarahi Heri Siswanto terkait pemberitaan tersebut.

Poengky menyatakan bahwa jika istri wartawan tersebut merasa dirugikan oleh tindakan pimpinan Polri dalam hal ini Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, maka ia dipersilakan untuk mengadukan hal tersebut kepada Kompolnas.

“Jika istri wartawan tersebut merasa diperlakukan tidak adil, kami mempersilakan untuk mengirimkan pengaduan ke Kompolnas,” ujar Poengky yang dihubungi pada Jumat (6/9/2024) sore.

BACA JUGA :  Tuntutan Menggema, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri Minta Kapolda Sulsel Dicopot

Selain itu, terkait kabar bahwa Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi memarahi wartawan yang memberitakan adanya pungli di Polres Bone, Poengky menegaskan bahwa Kompolnas akan mengirimkan surat klarifikasi ke Polda Sulsel.

“Kompolnas akan mengirimkan surat klarifikasi ke Polda Sulsel terkait dengan pemberitaan media ini,” ungkap Poengky.

Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan bernama Heri Siswanto, memberitakan adanya dugaan pungli dalam penerbitan SIM di Polres Bone, Sulawesi Selatan.

Heri mengungkapkan bahwa seorang warga mengeluhkan biaya pembuatan SIM A baru yang mencapai Rp500 ribu, lebih tinggi dari yang seharusnya.

BACA JUGA :  Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu

Setelah berita tersebut viral, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian, bukannya memberikan klarifikasi atau membantah informasi, malah menelepon Heri dan memarahinya.

Dalam pembicaraan itu, Andi Rian mempertanyakan sikap Heri yang kerap memberitakan hal miring tentang polisi.

“Andi Rian marah-marah. Dia bilang, ‘Apa masalahmu dengan polisi, mengapa kamu sering memberitakan yang miring-miring tentang polisi? Kamu tahu nggak kalau kamu memberitakan polisi, itu kamu menghajar institusi,’” ungkap Heri menirukan ucapan Andi Rian.

Tak hanya itu, Andi Rian juga menyinggung pekerjaan istri Heri, Gustina Bahri, yang bekerja di Polres Sidrap.

Tak lama setelah pembicaraan tersebut, Gustina dimutasi ke Polres Kepulauan Selayar, jauh dari tempat tinggalnya sebelumnya.

BACA JUGA :  Aksi Jilid II di Mabes Polri, Sedara Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Gustina kini tinggal bersama anak perempuannya yang berusia 4 tahun di sebuah kost sederhana di Kepulauan Selayar.

Dampak dari mutasi tersebut membuat anak Gustina terpaksa meninggalkan sekolahnya di TK Bhayangkari Sidrap.

“Anak kami harus pindah, dan kami terpaksa tinggal di tempat yang jauh dari keluarga. Apakah ini keadilan?” ujar Heri dengan nada kecewa.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa