Ringkasan
Penumpang Terminal Dharma Ferry Pelabuhan Makassar mengeluhkan keterlambatan pembukaan loket check-in dan minimnya fasilitas ruang tunggu. Seorang penumpang tujuan Batulicin mengatakan banyak orang menunggu berjam-jam tanpa kursi dan tanpa penjelasan dari petugas.
Keluhan juga mencakup kurangnya informasi dari petugas keamanan dan belum adanya tanggapan resmi dari pengelola pelabuhan. Penumpang berharap pelayanan segera dibenahi agar sesuai dengan peran Makassar sebagai gerbang transportasi laut utama di Indonesia timur.
Zonafaktualnews.com – Pelayanan di Terminal Dharma Ferry Pelabuhan Makassar menuai keluhan penumpang akibat lambatnya pembukaan loket check in serta minimnya fasilitas ruang tunggu.
Kondisi tersebut membuat penumpang harus menunggu berjam-jam tanpa kursi hingga terpaksa duduk di lantai.
Keluhan itu disampaikan Fika, penumpang tujuan Batulicin, Kalimantan Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan kualitas pelayanan di salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia Timur, terlebih Makassar merupakan kota metropolitan.
Fika mengatakan jadwal keberangkatan kapal tercatat pukul 02.00 Wita. Namun hingga sekitar pukul 00.00 Wita, loket check in belum juga dibuka sehingga penumpang belum dapat menyelesaikan proses administrasi sebelum naik ke kapal.
“Jadwal kapal jam 02.00, tetapi sampai sekitar pukul 00.00 loket check in belum juga dibuka. Penumpang hanya menunggu tanpa kepastian, sementara kursi untuk menunggu juga tidak tersedia, sehingga banyak yang duduk di lantai,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Selain mengeluhkan keterlambatan pembukaan loket, Fika juga menilai minimnya informasi dari petugas semakin memperburuk pelayanan.

Menurutnya, selama menunggu pembukaan loket, penumpang tidak memperoleh penjelasan mengenai alasan keterlambatan maupun kepastian waktu dimulainya proses check in.
“Sampai pukul 00.00, satu orang petugas pun tidak ada. Ini pelabuhan kota besar, tetapi fasilitas dan pelayanannya sangat mengecewakan. Selama saya bepergian, ini pelabuhan dengan pelayanan terburuk yang pernah saya datangi,” katanya.
Tak hanya itu, Fika juga menyoroti minimnya peran petugas keamanan (security) yang dinilai tidak memberikan informasi maupun bantuan kepada penumpang yang telah menunggu selama berjam-jam.
Fika berharap pengelola Terminal Dharma Ferry segera membenahi kualitas pelayanan, mulai dari ketepatan waktu pembukaan loket check in hingga penyediaan ruang tunggu yang layak dengan jumlah kursi yang memadai.
Menurutnya, pelayanan di Pelabuhan Makassar sudah seharusnya mencerminkan statusnya sebagai salah satu gerbang transportasi laut utama di kawasan timur Indonesia yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat antarpulau.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Terminal Dharma Ferry maupun otoritas Pelabuhan Makassar terkait keluhan penumpang mengenai keterlambatan pembukaan loket check in, minimnya fasilitas ruang tunggu, serta tidak adanya petugas yang memberikan penjelasan kepada penumpang saat menunggu keberangkatan.
(Atika/Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















