Kisruh Jelang Debat Pilgub Sulsel, Upaya Penyerangan terhadap DIA Dihalau Aparat

Selasa, 29 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah simpatisan diduga melakukan upaya penyerangan terhadap Danny-Azhar (DIA), yang berhasil dihalau aparat.

Sejumlah simpatisan diduga melakukan upaya penyerangan terhadap Danny-Azhar (DIA), yang berhasil dihalau aparat.

Zonafaktualnews.com – Situasi memanas jelang debat perdana Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diselenggarakan KPU Sulsel pada Senin malam (28/10/2024).

Kericuhan terjadi saat ratusan simpatisan dua pasangan calon bertemu di depan lokasi acara dan nyaris terlibat bentrok serius.

Ketegangan meningkat ketika sejumlah simpatisan diduga melakukan upaya penyerangan terhadap pasangan calon nomor urut 1, Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), yang akhirnya berhasil dihalau oleh aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian bermula saat massa pendukung pasangan nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi, berkumpul lebih awal di depan hotel tempat debat berlangsung.

Dengan membawa bendera dan menyalakan flare, mereka meneriakkan yel-yel dukungan yang menggema di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  Viral! Barracuda Brimob Libas Ojol Saat Demo DPR, Satu Tewas, Satu Kritis

“Dua, nomor dua gubernur ku!” ujar massa simpatisan.

Kehebohan ini berlanjut ketika kelompok pendukung pasangan DIA tiba dan menanggapi yel-yel tersebut.

“Satu gubernur, hanya satu gubernur ku!” sahut simpatisan DIA.

Perseteruan di antara simpatisan ini dengan cepat berubah menjadi aksi dorong-mendorong, bahkan diiringi dengan provokasi verbal dan beberapa kali percikan baku pukul.

Insiden ini menarik perhatian aparat kepolisian yang telah berjaga di lokasi untuk mencegah situasi agar tidak semakin parah.

Sejumlah petugas segera meredam aksi saling dorong dan memisahkan kedua kubu simpatisan.

Menurut Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, pihaknya akan segera mengevaluasi mekanisme pengamanan untuk debat berikutnya.

BACA JUGA :  Danny Pomanto Dapat Dukungan di Bulukumba, Polemik Dana Hibah Jadi Sorotan

“Kita akan koordinasikan kembali dengan pihak keamanan, bagaimana mengurai massa dari masing-masing paslon agar tidak terjadi hal serupa.

Saat ini kami belum membatasi kehadiran, tetapi kami berharap di lapangan tidak terjadi aksi yang dapat mencederai demokrasi,” ujarnya kepada wartawan di lokasi acara.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan hasil dari tingginya antusiasme simpatisan yang datang serempak.

“Keributan yang terjadi murni akibat mereka berebut masuk dan menunjukkan dukungan. Tidak ada niat lebih dari itu. Polisi hadir untuk memastikan acara berlangsung lancar tanpa ada insiden besar yang mencederai,” ungkap Didik.

BACA JUGA :  Ngeri! Simbol Budaya Toraja Dituding Hilang di "Tangan" Andi Sudirman ?

Acara debat yang digelar mulai pukul 19.00 WITA ini diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu Danny Pomanto-Azhar Arsyad nomor urut 1, dan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi nomor urut 2.

Kedua pasangan ini memaparkan visi dan misi mereka di hadapan publik, meski suasana panas di luar lokasi menjadi sorotan tersendiri.

Kericuhan ini mencerminkan tingginya tensi politik jelang Pilgub Sulsel. Pihak KPU dan aparat keamanan diharapkan dapat melakukan evaluasi yang lebih ketat agar suasana tetap kondusif pada debat selanjutnya, mengingat potensi tensi tinggi di masa kampanye yang masih berlangsung.

 

(CI/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru