Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:09 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi

Andri Mulyono saat digiring petugas usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program MBG oleh Kejaksaan Agung (Foto Ist)

Ringkasan

Kejaksaan Agung menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono, sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional. Ia diduga terlibat dalam pengadaan motor listrik, termasuk penggelembungan harga dan upaya memenangkan proyek melalui akuisisi perusahaan.

Andri menjadi tersangka kelima dalam kasus ini dan langsung ditahan. Penyidikan juga mengungkap dugaan pengaturan penunjukan yayasan mitra SPPG serta praktik korupsi pada proyek lain, termasuk pengadaan sepatu dan televisi.

Zonafaktualnews.com – Daftar tersangka dalam skandal dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali bertambah.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, sebagai tersangka baru dalam perkara tersebut.

BACA JUGA :  Ditetapkan Tersangka, Mantan Stafsus Nadiem Jurist Tan Kini Jadi Buronan

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman, mengumumkan penetapan tersangka itu pada Jumat (12/6/2026).

Andri diduga berperan dalam proyek pengadaan sepeda motor listrik untuk mendukung operasional BGN.

“Tim penyidik menetapkan saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN,” kata Syarief dalam konferensi pers.

BACA JUGA :  Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Penyidik menduga PT YAT tidak memenuhi syarat sebagai vendor pengadaan motor listrik tersebut.

Andri diduga tetap berupaya memenangkan proyek dengan mengakuisisi PT ASE dan berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam proses pengadaan.

Tak hanya itu, Andri juga diduga melakukan penggelembungan harga atau markup dalam pengadaan motor listrik.

“Bahwa saudara AM secara melawan hukum melakukan penggelembungan harga atau markup untuk setiap unit sepeda motor listrik,” ujar Syarief.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Andri langsung ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Andri dijerat Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Andri terkait tuduhan tersebut.

Andri menjadi tersangka kelima dalam perkara ini. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka lain, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, serta pihak swasta Asep Yusuf Somantri.

BACA JUGA :  Ribuan Motor Listrik Berlogo BGN Viral, Dadan Tegaskan Tujuan Operasional

Penyidikan juga mengungkap dugaan pengaturan penunjukan yayasan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Yayasan yang ditunjuk diduga tidak memenuhi syarat dan terafiliasi dengan sejumlah pegawai BGN.

Selain pengadaan motor listrik, para tersangka juga diduga terlibat dalam praktik korupsi dan penggelembungan harga pada sejumlah proyek lainnya, termasuk pengadaan sepatu dan televisi.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia