Ketua Umum PJI Soroti Larangan Wartawan Membawa HP di Polres Sumenep

Sabtu, 5 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori (Kiri) dalam acara pengukuhan DPC PJI Bojonegoro

Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori (Kiri) dalam acara pengukuhan DPC PJI Bojonegoro

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kebijakan larangan membawa HP bagi wartawan di Polres Sumenep.

Menurut Boechori, kebijakan ini tidak hanya menghambat tugas jurnalistik, tetapi juga bertentangan dengan semangat kebebasan pers yang diatur dalam Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.

Boechori menjelaskan bahwa keluhan tentang larangan tersebut datang dari anggotanya di Sumenep yang mengalami kesulitan saat akan melaporkan dugaan tindak pidana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun telah menunjukkan identitas sebagai wartawan, petugas tetap melarang mereka membawa HP.

“Ini bukan kejadian yang pertama. Perlakuan serupa juga terjadi di Polres lain,” ujarnya dengan nada tegas, Sabtu (5/10/2024).

BACA JUGA :  Tak Hanya Bukber, Makassar Global - Radar NKRI Debat Kusir dengan Ketum SEKAT RI

Menurutnya, HP merupakan alat esensial bagi wartawan dalam menjalankan tugas dengan cepat dan akurat.

“HP bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi ‘senjata’ bagi wartawan. Dengan HP, wartawan dapat mengambil gambar, merekam suara, dan mendokumentasikan fakta untuk kemudian diolah menjadi informasi bagi publik,” jelas Boechori.

Boechori menekankan bahwa kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang dijamin undang-undang.

Ia mengingatkan bahwa pembatasan terhadap alat kerja wartawan, seperti HP, dapat mengganggu akses publik terhadap informasi.

“Jika HP dianggap membahayakan, ini memberi kesan yang salah. Pertanyaannya, membahayakan siapa? Apakah membahayakan keamanan atau justru mereka yang takut dengan transparansi informasi?” tanyanya.

BACA JUGA :  PJI Sulsel dan SIM Desak Kapolsek “Tambang” AKP Iriansyah yang Sok Jago Dicopot

Untuk itu, Boechori berharap Kapolri segera mengambil langkah tegas dengan menerbitkan Peraturan Kapolri yang jelas dan mengakomodasi hak-hak pers.

Ia percaya bahwa aturan ini penting untuk memastikan hak-hak wartawan dihormati, tanpa mengorbankan keamanan institusi penegak hukum.

Boechori juga menawarkan PJI untuk memfasilitasi dialog antara pihak kepolisian dan jurnalis, dengan harapan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik untuk transparansi dan keterbukaan informasi di masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas kewartawanan melekat pada wartawan di mana saja dan kapan saja.

“Wartawan tetap bertanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan tanpa batasan tempat dan waktu. Bahkan saat diperiksa sebagai terlapor atau tersangka, mereka berhak menulis dan mendokumentasikan apa yang terjadi,” tambahnya.

BACA JUGA :  SEKAT-RI Apresiasi Wartawan Pengungkap Pungli SIM di Sulsel

Boechori menggarisbawahi perlunya perlindungan lebih bagi wartawan, terutama terkait potensi kriminalisasi.

Ia menyatakan bahwa wartawan perlu lebih dari sekadar mengandalkan HP dan harus memiliki perangkat tambahan untuk melindungi tugas mereka.

Hartanto Boechori menegaskan komitmen PJI untuk mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab dan memperjuangkan hak-hak wartawan.

“PJI akan selalu berada di garda terdepan membela kebebasan pers dan hak jurnalis untuk melakukan tugasnya dengan aman tanpa hambatan,” pungkasnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi
Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG
Tak Lagi Kelola Gizi, Dadan Hindayana Kini “Dipromosi” Jadi Tahanan Kejagung
Pencopotan Dadan Tak Cukup, Netizen: “Usut Korupsi BGN dan Tangkap Si Botak”
Jalur Tikus Impor Terbongkar, KPK Sisir 20 Forwarder dalam Skandal Bea Cukai
Tiga Kekeliruan Fatal Klaim “APBN Setara Baitul Mal Modern”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:10 WITA

Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:09 WITA

Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:34 WITA

Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WITA

Tak Lagi Kelola Gizi, Dadan Hindayana Kini “Dipromosi” Jadi Tahanan Kejagung

Berita Terbaru