Kesejahteraan Meningkat Hanya Omong Kosong, Warga di Bogor Kelaparan

Senin, 6 Mei 2024 - 06:23 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kesejahteraan Meningkat Hanya Omong Kosong, Warga di Bogor Kelaparan (Foto Ilustrasi)

Kesejahteraan Meningkat Hanya Omong Kosong, Warga di Bogor Kelaparan (Foto Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Tragedi kelaparan di negeri yang kaya dengan sumber daya alam melimpah seperti Indonesia kembali terjadi.

Belakangan viral di media sosial, seorang bocah menangis kelaparan, diduga di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyesalkan tragedi kelaparan justru terjadi di dekat Istana Kepresiden Bogor.

“Situasi semacam ini menggemaskan, di satu sisi kita pantas berduka dan bersimpati, di sisi lain, ini masalah negara yang tidak kunjung usai, bahkan terjadi berdekatan dengan Istana Kepresidenan,” ujar Dedi, seperti yang dilangsir RMOL, Senin (6/5/2024).

ALumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu pun mempertanyakan klaim yang selama ini digaungkan pemerintah, yakni soal pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang sudah merata.

“Bisa disimpulkan, kerja presiden dan pemerintah yang gemar nyatakan ekonomi membaik, kesejahteraan meningkat, murni hanya omong kosong,” tegasnya.

BACA JUGA :  Potret Kesederhanaan Kapolres Subang, Tak Punya Rumah, Hanya Miliki Mobil Tua

Seperti diketahui, di media sosial viral sebuah video yang memperlihatkan seorang anak tengah menangis dan berteriak kelaparan kepada ibunya, di salah satu wilayah di Kabupaten Bogor.

Video itu salah satunya dibagikan akun Instagram @kecamatanbojonggede, baru-baru ini.

Awalnya video dibagikan TikTok @ahmadsaugi31, namun saat ini sudah hilang dari akunnya.

“Mau makan,” teriak si anak itu sembari menangis.

Lalu tangisan anak itu dibalas teriakan dan bentakan sang ibu.

“Makan sendiri, kagak punya duit!” kata sang ibu.

Sontak, video itu menuai pro kontra netizen.

Kasus kelaparan juga terjadi di Desa Sungai jernih Muratara,dilaporkan  seorang ibu muda meninggal.

Duka menyelimuti Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, saat seorang warga setempat, Suryati (35), ditemukan meninggal dunia akibat kelaparan.

Insiden tragis ini menggugah kesadaran akan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Bencana Banjir Bandang, Apa Kata Penyair Ketika Bersyair di Atas Permukaan Air

Korban Suryati, bersama suaminya, Mahani, hidup sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga mereka sering berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, upaya mereka tak mampu menghindarkan Suryati dari nasib tragis yang menimpanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Suryati ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (13/4/2024) sekitar pukul 18.00 WIB, hanya tiga hari setelah perayaan Idul Fitri 2024.

Kematian tersebut menjadi cerminan kelaparan yang menghantui keluarga-keluarga yang hidup dalam kondisi ekonomi yang terpinggirkan.

Sejumlah tetangga korban menceritakan bahwa Suryati dan keluarganya seringkali berjuang untuk bertahan hidup.

Meskipun demikian, bantuan sosial dan perhatian dari pemerintah setempat terkesan minim, meninggalkan mereka dalam keterpurukan yang semakin dalam.

“Kami dulu dekat dengan rumahnya di Dusun III, kami tetangga yang sering memberinya makanan jika ada sisa,

Sekitar delapan bulan terakhir, dia pindah ke KP IV, dekat dengan suku anak dalam, dan tinggal di pondok milik warga dengan dinding kain,” ujar Aan, salah seorang tetangga pada Senin (15/4/2024).

Suryati ditemukan dalam keadaan kritis oleh mantan kepala desa setempat, Umar Ali.

BACA JUGA :  Jawa Barat Pecahkan Rekor! Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

“Ketika pak Umar Ali pulang dari kebun, dia menemukan Suryati di pinggir jalan, meminta minum. Kemudian dia membawa Suryati pulang, dimandikan oleh warga,

Seorang perawat dari rumah sakit juga datang untuk memberikan pertolongan, tetapi sayangnya Suryati tidak bisa diselamatkan”, terang Aan.

Ketidakhadiran pemerintah desa dalam mengatasi kondisi keluarga suryati disorot oleh sejumlah warga.

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Abu Vulkanik Jangkau Empat Provinsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Nama Nusron Wahid Terseret Kasus Kuota Haji, Diduga Terima US$400 Ribu?
Grib Jaya Diminta Dibubarkan Tanpa Kompromi, Aksi Hercules Lampaui Polri
Bahar Smith Tantang Grib Jaya Usai Bambang Tewas Dikeroyok: Lawan Saya Saja
Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM
Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Selasa, 8 September 2026 - 00:35 WITA

Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird

Senin, 7 September 2026 - 12:00 WITA

Abu Vulkanik Jangkau Empat Provinsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 08:19 WITA

Nama Nusron Wahid Terseret Kasus Kuota Haji, Diduga Terima US$400 Ribu?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Grib Jaya Diminta Dibubarkan Tanpa Kompromi, Aksi Hercules Lampaui Polri

Berita Terbaru