Jawa Barat Pecahkan Rekor! Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 25 September 2025 - 21:04 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Jawa Barat Pecahkan Rekor! Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Tangkapan layar video – Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat

Zonafaktualnews.com – Kasus keracunan massal akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan rekor baru di Provinsi Jawa Barat.

Ribuan siswa sekolah menjadi korban setelah menyantap menu yang disediakan pemerintah dalam program andalan tersebut.

Data Kementerian Kesehatan RI hingga 16 September 2025 mencatat 60 kasus keracunan MBG dengan total 5.207 penderita di Indonesia. Jawa Barat sendiri menyumbang angka tertinggi, yakni 2.012 kasus.

Lonjakan terbaru terjadi di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Lebih dari 800 pelajar dilaporkan jatuh sakit pada Senin (22/9/2025) usai menyantap makanan MBG.

BACA JUGA :  Terkuak Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Tersinggung Korban Minta Dinikahi

Para siswa mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah massal, sehingga harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pihaknya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia layanan MBG. Ia menyoroti kualitas pengolahan hingga distribusi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah penerima.

“Kalau penyelenggara kegiatan tidak mampu, ya diganti dengan yang lebih berkompeten,” tegasnya di Bogor, Rabu (24/9/2025).

BACA JUGA :  Program Bergizi, Tapi Bikin Sakit! 9 Siswa SD dan 1 SMP di Mamuju Jadi Korban MBG

Menurut Dedi, penyebab keracunan tidak hanya soal standar kebersihan, tetapi juga pola distribusi yang tidak efektif.

Makanan diketahui dimasak pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, namun baru disajikan kepada siswa menjelang siang.

Jarak distribusi yang jauh serta keterbatasan tenaga pelayanan membuat kualitas makanan semakin menurun sebelum disantap.

Meski belum ada korban meninggal dunia, Dedi menilai kejadian ini telah menimbulkan trauma mendalam bagi anak-anak.

BACA JUGA :  Heboh, Ibu Baju Oranye Gerayangi Bocah Sendiri

“Seharusnya program ini memberikan gizi terbaik, bukan malah membuat siswa sakit massal,” ucapnya.

Dedi memastikan pekan depan akan memanggil seluruh pengelola MBG di Jawa Barat untuk evaluasi besar-besaran.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia