Kanit Tipidter Diminta Tak Jadi Pahlawan ke Mafia BBM di SPBU Terang-Terang

Jumat, 22 September 2023 - 09:03 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kanit Tipidter Diminta Tak Jadi Pahlawan ke Mafia BBM di SPBU Terang-Terang

Kanit Tipidter Diminta Tak Jadi Pahlawan ke Mafia BBM di SPBU Terang-Terang

Zonafaktualnews.com – Gema Rakyat Bersatu (GRB) meminta Kanit Tipidter Polres Bulukumba Ipda Ashar tidak menjadi pahlawan ke mafia BBM subsidi di SPBU Terang-Terang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum GRB, Risdianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Jumat (22/9/20223)

“Membaca pernyataan WhatsApp Pak Kanit Tipidter yang ada pada rekan tim wartawan media ini seolah beliau ingin menjadi pahlawan,” ujarnya

Risdianto menjelaskan, berdasarkan narasi Kanit Tipidter Polres Bulukumba Ipda Ashar di WhatsApp menuliskan, “Kalau ini kami sudah konfirmasi di pertaminanya kebetulan pengambilannya itu pertalite,” Narasi inilah kata Risdianto seolah Kanit Tipidter membela dan diduga ada kerjasama.

Padahal diketahui di Kabupaten Bulukumba untuk soal BBM Subsidi kata Risdianto sudah bukan barang baru lagi yang harus ditutup-tutupi, warga di sana pun sudah tahu bahwa ada seperti itu. Termasuk maraknya pemberitaan yang juga sering terekspos.

BACA JUGA :  Kapal Siriman Jaya Abadi Diduga Nikmati BBM Subsidi dari Dinas  Perikanan Takalar

“Janganlah seperti itu, terlebih lagi mengatakan ada surat rekomendasinya dari pertanian, padahal surat rekomendasi pertanian itu sudah expired. Jika ada, kirim saja beserta videonya. Agar tidak terkesan terstruktur apalagi sampai berkoordinasi pihak mereka kepada pak Ashar seperti itu,” kata Risdianto.

Kanit Tipidter Polres Bulukumba kata Risdianto menambahkan meminta untuk terbuka saja, transparansi kepada media. Termasuk menjelaskan kriteria dan persyaratan surat rekomendasi pertanian itu seperti apa dan bagaimana mekanismenya.

Risdianto mempertanyakan, bahwa pertalite tersebut untuk apa digunakan oleh para mafia BBM subsidi  itu dengan menggunakan atau memakai surat rekomendasi pertanian? Padahal diketahui para petani tersebut rata-rata menggunakan solar untuk Alsintan bukan pertalite dalam jumlah banyak.

BACA JUGA :  Kecewa Tak Dibelikan Motor, Anak di Bulukumba Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Juga kata Risdianto kriteria pelangsir tersebut apakah seorang petani atau tidak? apa dia sudah melampirkan syarat KTP Asli, Kartu Tani Asli, foto alsintan serta menunjukkan foto lahan dengan aplikasi Open Camera atau aplikasi sejenisnya yang menunjukan titik koordinat dari lahan yang dimiliki.

Selanjutnya, surat rekomendasi tersebut akan memuat informasi mengenai identitas petani, jenis alsintan, alokasi volume BBM Bersubsidi, lokasi dan nomor lembaga penyalur SPBU, serta masa berlaku dari surat rekomendasi tersebut.

“Info terbaru yang diperoleh di beberapa lembaga penyalur SPBU telah diterapakan pembelian BBM menggunakan barcode yang dapat diperoleh dengan melakukan pendaftaran di aplikasi My Pertamina.” ungkapnya

BACA JUGA :  Pemburu Payudara di Bulukumba Dicokok Usai Remas Mahasiswi di Jalan

Dengan menggunakan aplikasi My Pertamina, Petani dapat memilih opsi Usaha Pertanian saat melakukan pendaftaran akun serta menyiapkan dokumen KTP dan Surat Rekomendasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Jika kriteria dan persyaratan ini Ipda Ashar sampaikan secara transparansi kata Risdianto maka pihak aparat kepolisian di Polres Bulukumba patut diberi penghargaan tanpa adanya kongkalikong dengan para mafia BBM tersebut.

“Silakan pak Kanit Tipidter membuktikan, dan silakan jadi pahlawan, kami dan tim terus akan memantau aktivitas mafia BBM yang ada di Kabupaten Bulukumba dan tentunya akan melaporkannya dalam waktu dekat,” pungkasnya

 

Bersambung…

 

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kecewa Kasus Tambang Liar Diabaikan, Propam Diminta Evaluasi Polres Lutra
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
DPRD Luwu Utara Perkuat Pengawasan APBD Lewat Bimtek di Makassar
Gunung Latimojong Enrekang Mencekam, Api Karhutla 7 Hari Belum Padam
Neon Box Nganro Mart di Barru “Offside”, Tinggal Tunggu Dihantam Truk
Balap Liar di Gowa Didenda Rp 3 Juta, Polisi Didesak Transparansi Soal BRIVA
Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam
Cabor Jeneponto Menjerit! Dana Porprov Rp590 Juta Diduga Diatur Oknum KONI