Kaesang Pangarep Gabung ke PSI, Jokowi Terancam Dipecat PDIP

Senin, 25 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi Adu Panco dengan Putra Bungsunya Kaesang Pangarep (Capture Channel Kaesang di Youtube)

Presiden Jokowi Adu Panco dengan Putra Bungsunya Kaesang Pangarep (Capture Channel Kaesang di Youtube)

Zonafaktualnews.com – Kaesang Pangarep resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jokowi pun terancam dipecat PDIP.

Ancaman pemecatan tersebut muncul dari sebagian kader agar PDIP  berani memberikan sanksi pemecatan kepada Jokowi.

Namun, sebagian anggota PDIP tampaknya enggan untuk mengambil langkah drastis seperti memecat Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politikus senior PDIP, Deddy Sitorus menyatakan bahwa Jokowi adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh partai tersebut.

BACA JUGA :  Prabowo Tidak Peduli Rakyat

Menurutnya, panggilan untuk memecat Jokowi menjadi sulit karena posisi Jokowi sebagai presiden.

Deddy pun kemudian menganggap Jokowi mungkin hanya gagal meyakinkan anaknya untuk tetap di PDIP.

“Kalau Kaesang mengambil partai lain, masa kita panggil Pak Jokowi karena gagal meyakinkan anaknya, beliau kan presiden,” kata Deddy dikutip Minggu (24/9/2023).

Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDIP, tercantum ketentuan bahwa anggota keluarga dari kader partai tidak boleh menjadi anggota partai lain.

BACA JUGA :  Eggi Sudjana "Ngamuk" ke Jokowi

Menurut berbagai pihak, sanksi pemecatan terhadap Jokowi dianggap penting agar PDIP tetap memegang prinsip-prinsip yang telah mereka buat dalam AD/ART partai.

Namun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah PDIP akan menerapkan sanksi yang sama kepada Jokowi seperti yang mereka lakukan pada anggota lain yang melanggar peraturan tersebut.

 

 

Editor : Id Amor

BACA JUGA :  Utang RI Menggunung, dr. Tifa : Orang Goblok yang Puji Jokowi

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru