Jokowi Geram dengan Kasus Korupsi Proyek Jalur KA di Makassar

Kamis, 13 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi meresmikan Depo Kereta Api Maros dan pengoperasian Jalur Kereta Api Lintas Makassar-Parepare Antar Maros-Barru

Jokowi meresmikan Depo Kereta Api Maros dan pengoperasian Jalur Kereta Api Lintas Makassar-Parepare Antar Maros-Barru

Zonafaktualnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kegeraman atas kasus korupsi proyek pembangunan jalur Kereta Api (KA) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Terlebih proyek itu baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 29 Maret 2023 lalu.

“Kita ini hampir tiap hari loh ke lapangan ngecek ke lapangan ngecek, itu pun masih ada masalah, apalagi tidak?” kata Presiden Jokowi di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (13/4/2023)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya tidak mungkin semua proyek yang ribuan banyaknya itu tidak ada masalah, pasti satu dua ada masalah, tapi kenapa terus kita kontrol di lapangan? Orang dikontrol di lapangan saja masih ada masalah apalagi tidak?” lanjut Presiden.

Diketahui tim penyidik KPK pada Kamis (13/4/2023) mengumumkan penetapan 10 orang tersangka dalam kasus korupsi penerimaan suap terkait proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api

BACA JUGA :  Terlilit Utang, Oknum Guru SD Nyolong di Sekolah

Kasus ini terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan termasuk Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api di Makassar Sulawesi Selatan.

Dari 10 orang tersangka yang ditetapkan KPK tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap yakni :

1) Direktur PT IPA (Istana Putra Agung)

2) Dion Renato Sugiarto (DIN), Direktur PT DF (Dwifarita Fajarkharisma)

3) Muchamad Hikmat (MUH), Direktur PT KA Manajemen Properti sampai Februari 2023

4) Yoseph Ibrahim (YOS) dan VP PT KA Manajemen Properti Parjono (PAR).

Sedangkan enam tersangka lainnya diduga sebagai penerima suap yakni :

1) Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi (HNO),

2) Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah Putu Sumarjaya

BACA JUGA :  Istri Jokowi Ternyata yang Paling Ngotot Agar Gibran Jadi Cawapres

3) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BTP Jawa Tengah

4) Bernard Hasibuan (BEN), PPK BPKA Sulawesi Selatan

5) Achmad Affandi (AFF), PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah (FAD)

6) PPK BTP Jawa Barat Syntho Pirjani Hutabarat (SYN).

Peristiwa dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dan perbaikan rel kereta tersebut diduga terjadi pada Tahun Anggaran 2021-2022 pada proyek sebagai berikut:

1) Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso.

2) Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api di Makassar, Sulawesi Selatan.

3) Empat proyek konstruksi Jalur Kereta Api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur Jawa Barat.

4) Proyek Perbaikan Perlintasan Sebidang Jawa-Sumatera.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyebut kisaran suap yang diterima yakni sekitar 5-10 persen dari nilai proyek dengan perkiraan nilai suap yang diterima keenam tersangka mencapai sekitar Rp14,5 miliar.

BACA JUGA :  Drama Hukum KPK Versus Hasto Bakal Selesai Mirip Teletubbies

Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak mulai proses administrasi sampai penentuan pemenang tender.

Padahal Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi pada 29 Maret 2023 lalu baru saja menjajal Kereta Api Lintas Makassar-Parepare dari Depo Kereta Api Maros menuju Stasiun Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala Negara menjelaskan bahwa kereta api tersebut merupakan kereta api pertama di Sulawesi. Dengan dukungan fasilitas yang baik, Presiden berharap masyarakat dapat memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk mengurangi kemacetan.

Editor : Isal

Berita Terkait

Tiga Kekeliruan Fatal Klaim “APBN Setara Baitul Mal Modern”
Ironis! APBN “Disembelih” Atas Nama Kurban Rakyat, Narasi Efisiensi Runtuh
Tak Terima Disebut “Suku Barbar”, Warga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim
Pertamina Pastikan Narasi Larangan Pertalite Merek Mobil Tertentu Hoaks
Dipolitisasi di Film Pesta Babi, Pejuang Lingkungan Balik Arah Dukung Food Estate
Turki yang Berjuang Bebaskan 9 WNI dari Israel, Menlu Sugiono yang Tepuk Dada?
Prabowo Sebut Warga Desa Tak Terdampak Dolar Saat Rupiah Melemah
Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:35 WITA

Tiga Kekeliruan Fatal Klaim “APBN Setara Baitul Mal Modern”

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:32 WITA

Ironis! APBN “Disembelih” Atas Nama Kurban Rakyat, Narasi Efisiensi Runtuh

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:28 WITA

Tak Terima Disebut “Suku Barbar”, Warga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim

Senin, 25 Mei 2026 - 10:27 WITA

Pertamina Pastikan Narasi Larangan Pertalite Merek Mobil Tertentu Hoaks

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:17 WITA

Dipolitisasi di Film Pesta Babi, Pejuang Lingkungan Balik Arah Dukung Food Estate

Berita Terbaru