Prabowo Sebut Warga Desa Tak Terdampak Dolar Saat Rupiah Melemah

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:18 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Prabowo Sebut Warga Desa Tak Terdampak Dolar Saat Rupiah Melemah

Presiden Prabowo Subianto Saat menghadiri peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Zonafaktualnews.com – Presiden Prabowo Subianto merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan nada santai di tengah kekhawatiran publik terhadap tekanan ekonomi global.

Saat menghadiri peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi dolar karena aktivitas ekonomi mereka tidak bergantung langsung pada mata uang asing.

“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja. Nggak usah takut. Mau dolar berapa ribu kek? Kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo yang disambut tawa para hadirin.

Ucapan itu merujuk pada Menteri Keuangan yang dinilai masih tenang menghadapi gejolak ekonomi dunia.

Prabowo juga menyebut pihak yang paling merasakan dampak pelemahan rupiah adalah kalangan yang memiliki aktivitas internasional, termasuk pengusaha dan masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri.

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri. Pengusaha lho,” ujarnya berseloroh.

BACA JUGA :  Manuver Surya Paloh Terbaca, "Semua Akan Anies..."

Meski menyampaikan pernyataannya dengan nada ringan, Prabowo tetap menegaskan keyakinannya terhadap kondisi ekonomi nasional.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh situasi pasar global yang juga dialami berbagai negara lain.

“Percayalah, ekonomi kita kuat. Fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” tegasnya.

Dalam agenda yang sama, Prabowo turut menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya bukan hanya program bantuan pangan, tetapi juga instrumen penggerak ekonomi desa.

Ia menjelaskan, program tersebut dapat menciptakan perputaran uang hingga puluhan juta rupiah setiap hari di tingkat desa.

Dengan asumsi 3.000 penerima manfaat dan biaya Rp15 ribu per porsi, uang yang beredar disebut bisa mencapai Rp45 juta per hari.

“MBG tiap hari di desa peredaran uang, 3.000 kali Rp15 ribu. Ada yang lebih, ada yang kurang. Itu Rp45 juta tiap hari,” kata Prabowo.

BACA JUGA :  FORMASPIN Siap Lawan Paslon yang Disokong Bandar Narkoba di Pilgub Sulsel

Menurut perhitungannya, jika program berjalan selama 20 hari dalam satu bulan, maka total uang yang beredar dapat mencapai Rp900 juta per bulan atau sekitar Rp10,8 miliar per tahun dalam satu desa.

“Tadinya sebelum MBG kita kirim dana desa Rp1 miliar. Dengan MBG kita tambah Rp10 miliar,” ujarnya.

Prabowo menilai program tersebut mampu menghidupkan rantai ekonomi lokal karena kebutuhan pangan dapat dipenuhi langsung dari hasil produksi masyarakat desa, mulai dari petani sayur, peternak ayam petelur, hingga peternak lele dan pelaku UMKM.

“Kita bisa memotong biaya logistik. Pasarnya ada di desa itu sendiri. Itu berdampak pada MBG,” lanjutnya.

Meski optimistis, Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap aparat maupun pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.

BACA JUGA :  Pengamat Sebut Prabowo Bakal Hadapi Perlawanan Sengit dengan Anies

“Banyak masalah, ya. Tantangan, benar. MBG banyak masalah, benar. Kita harus tertibkan,” katanya.

“Saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu. Siapapun yang melanggar akan kita tertibkan. Copot dari jabatan,” sambungnya.

Pernyataan Prabowo mengenai dolar dan rupiah pun memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian publik menilai pernyataan itu sebagai upaya menenangkan masyarakat kecil, sementara sebagian lainnya menilai pemerintah tetap harus mewaspadai dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan pokok dan inflasi.

Di sisi lain, besarnya perputaran dana dalam program MBG juga menjadi perhatian publik karena diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa sekaligus program peningkatan gizi nasional.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Asyik Chatting Sambil Tertawa, Istri di Konsel Dibunuh Suami Usai Ucap “Sudah Ada Pacar”
Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar
Protes Pelajar Ricuh di Prancis, Sekolah Dibakar hingga Bentrok dengan Polisi
Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:08 WITA

Asyik Chatting Sambil Tertawa, Istri di Konsel Dibunuh Suami Usai Ucap “Sudah Ada Pacar”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:07 WITA

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:14 WITA

Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:05 WITA

Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri

Berita Terbaru