JK Sebut Syarat Jadi Ketum Golkar Harus Punya Modal Rp 600 Miliar

Senin, 31 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla (JK)/Net

Jusuf Kalla (JK)/Net

Zonafaktualnews.com – Jusuf Kalla (JK) menyebut syarat menjadi Ketua Umum Golkar harus punya modal yang cukup besar.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memperkirakan biaya yang bakal dikeluarkan minimal Rp 600 Miliar.

“Kalau sekarang Anda menjadi Ketua Golkar, jangan harap kalau Anda tidak punya modal Rp 600 miliar,” kata JK, dalam Seminar Anak Muda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan Wakil Presiden RI itu lebih jauh mengatakan hampir semua partai politik memerlukan biaya besar. Kecuali, kata JK, parpol yang pendirinya masih ada.

“Hampir semua partai begitu. Terkecuali partai yang pendirinya masih ada, kayak PDIP, kayak Nasdem. Tetapi partai yang sudah go public artinya pemilihannya itu butuh biaya besar,” kata JK.

JK kemudian menyinggung PKB. Dia menyoroti peristiwa saat Gusdur pendiri PKB dilengserkan keponakan sendiri, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

BACA JUGA :  Pupus Sudah Impian AHY, Anies dan Cak Imin Resmi Deklarasi

“PKB, Gus Dur masih ada dilawan oleh keponakan menang keponakan. Itulah, pendiri masih ada dilawan.

Ah, inilah politik. Politik Indonesia mempunyai ragam beragam. Nah bagaimana Anda semuanya masuk ke politik?

Karena bagaimana pun tidak mungkin struktur suatu orientasi partai tidak mungkin kosong di bawah mesti ada terus,” bebernya.

Seperti diketahui, JK meminta agar partai berlambang Beringin tersebut tetap solid demi menghadapi pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

BACA JUGA :  JK Minta Jokowi Tidak Terlalu Melibatkan Diri dalam Politik

Hal itu diungkapkan JK terkait isu munaslub di tubuh partai Golkar yang akan mencopot ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto.

JK meminta agar semua kader Golkar menghormati mandat yang telah diberikan kepada Airlangga sebagai nahkoda Partai Golkar.

“Dalam situasi yang krisis ini artinya dalam waktu yang singkat (menuju) pemilu, Bersatulah.

Bagaimana bisa menang kalau pecah, maka harus bersatu. Karena Airlangga sudah diberikan mandat maka hormati itu.

 Jangan golkar dilibatkan dalam situasi yang sulit,” kata JK

JK menegaskan, ketidak setujuannya terhadap Munaslub di tubuh partai Golkar justru akan menjatuhkan marwah Partai Golkar sebagai partai besar dan peraih suara terbanyak kedua pada pilpres 2019.

BACA JUGA :  Begini Besaran Dana Kampanye Tiga Capres-Cawapres 2024

Menurut pria kelahiran Bone itu, bahwa dalam keadaan solid saja partai Golkar belum tentu menang apalagi jika sampai terpecah.

“Sangat tidak setuju dengan munaslub, karena itu akan menjadikan marwah Golkar sebagai partai besar dan pemenang suara terbanyak kedua. 

Jadi siapa pun harus memahami itu bahwa ini soal organisasi harus bersatu,” katanya

“Yang penting itu kita bersatu supaya kita bisa terpilih baik eksekutif maupun legislatifnya. Bersatu saja belum tentu menang apalagi kalau tidak bersatu”, sambung Pria keturunan darah Bugis itu

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru