Ijazah Palsu = Presiden Palsu

Rabu, 17 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ijazah Palsu = Presiden Palsu

Ijazah Palsu = Presiden Palsu

Hari ini PN Jakarta Pusat akan menyidangkan kembali perkara Gugatan Ijazah Palsu Jokowi.

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum tersebut dilakukan setelah agenda Sidang Mediasi antara para pihak gagal mencapai kesepakatan.

Pihak Penggugat menuntut Tergugat I Presiden Jokowi agar dalam mediasi tersebut dapat menunjukkan Ijazah asli S 1 UGM nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat kali persidangan untuk satu bulan waktu yang disediakan ternyata Jokowi tidak dapat menunjukkan Ijazah nya tersebut.

Alih-alih membuktikan keberadaan ijazah asli, justru yang terjadi adalah perseteruan tajam mendekati kekisruhan.

Hal ini disebabkan Kuasa Hukum Jokowi tidak memegang Surat Kuasa asli yang ditandatangani Jokowi sendiri. Kuasa Hukum para Penggugat menilai ini sebagai modus dari sebuah pelecehan. Kepalsuan hukum.

Sesungguhnya ketidakabsahan Surat Kuasa yang “diterima” oleh Majelis Hakim adalah bagian dari “bermain-main” Jokowi dalam proses hukum.

BACA JUGA :  Jakarta-Medan Penuh Coretan 'Adili Jokowi', Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ada tendensi penggagalan upaya para Penggugat. Akan tetapi kegigihan Penggugat dan Kuasa Hukumnya membuat upaya Jokowi berantakan.

Ketua Majelis Hakim “kabur” dari persidangan. Penggantian Majelis menjadi kemestian. Indikasi kemenangan ke depan dari squad Penggugat dan Kuasa Hukum.

Kemenangan sekaligus “pembuktian” bahwa ijazah Jokowi itu palsu akan semakin terbuka. Proses persidangan berikut menjadi tekanan bagi Jokowi.

Ia tidak punya pilihan lain selain harus menunjukkan keberadaan ijazah asli atau memang “knock out” terkapar dengan ijazah tercabik-cabik alias palsu.

Untuk itu rakyat Indonesia dan warga dunia dapat menyaksikan bahwa Presiden Indonesia yang bernama Jokowi adalah pemalsu jabatan. Presiden palsu.

Presiden palsu adalah Presiden yang terbuat dari kayu. Berkualitas serbuk gergajian batang kayu. Residu sebagai kata lain dari sampah.

Boneka kayu bisa boneka lucu Kokeshi, Peg Doll, dan Matryoshka, atau boneka seram Ventriloquist dan Annabelle.

BACA JUGA :  Roy Suryo Sindir "Sirkus Politik" Jokowi Sebut Upaya Alihkan Isu Dugaan Korupsi?

Ada pula Pinokio si anak pembohong yang semakin sering bohong semakin panjang hidungnya. Jokowi dalam cover Tempo pernah digambarkan sebagai bayangan dari Pinokio.

Letjen (Purn) Mar Soeharto saat silaturahmi di rumah Rizal Ramli (alm) pernah menyatakan bahwa kekacauan bernegara yang dipimpin oleh Jokowi sesungguhnya bersumber dari ijazah Jokowi yang tidak jelas.

Mungkin maksudnya ialah bahwa ijazah palsu Jokowi akan menyebabkan kualitas kepemimpinan dan kebijakan yang palsu. Kebijakan tidak jelas arah dan batasan.

Masalah kejelasan status ijazah Jokowi harus tuntas. Proses hukum di PN Jakarta Pusat ini dapat dijadikan finalisasi dari keberadaan dan keaslian ijazah Jokowi.

Jika hingga fase pembuktian nanti, ijazah asli Jokowi ternyata tidak muncul juga di depan persidangan maka semua menjadi jelas bahwa memang Jokowi tidak memiliki ijazah atau ijazah yang dimilikinya adalah palsu.

BACA JUGA :  Data NPWP Jokowi dan Sri Mulyani Bocor, Polisi Bereaksi

Rakyat sudah tidak boleh ragu akan keberadaan dan status ijazah Jokowi. Sarana hukum yang membuka peluang bagi Jokowi untuk membuktikan ternyata tidak dimanfaatkan.

Artinya hanya satu kesimpulan yang dapat diambil yaitu bahwa Jokowi tidak berani menunjukkan ijazahnya karena memang ijazahnya itu palsu.

Foto copy ijazah yang mungkin dilegalisir untuk keperluan KPU patut diduga sebagai produk dari suatu perbuatan kriminal.

Jika sudah nyata bahwa Jokowi itu berijazah palsu, maka skandal besar telah terjadi yakni Jokowi adalah Presiden palsu.

Sejuta kebijakan termasuk perundang-undangan menjadi cacat dan tidak sah. Tsunami politik bakal terjadi atas skandal besar ini. Jokowi, kamu palsu. Fake you !

 

 

Penulis : By. M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 4 Januari 2024

Berita Terkait

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang
Jangan Sembunyi di Balik Aturan, Luwu Raya Daerah Kaya yang “Dimisikinkan”
Membongkar Tipu Muslihat APK Scam Berkedok Drama China
Ramalan Shio dan Zodiak 2026: Tahun Kuda Api, Ini yang Paling Hoki dan Perlu Waspada
Tak Perlu Ngejek Media Ecek-ecek Jika Statusmu Hanya Karyawan
Setelah Badai, Muncul Pelangi: Bilqis dan Hikmah di Balik Musibah
Kopi Susu Gula Aren dan Ekspektasi pada Nama

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WITA

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:29 WITA

Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Jumat, 27 Februari 2026 - 01:07 WITA

Jangan Sembunyi di Balik Aturan, Luwu Raya Daerah Kaya yang “Dimisikinkan”

Senin, 2 Februari 2026 - 12:25 WITA

Membongkar Tipu Muslihat APK Scam Berkedok Drama China

Jumat, 26 Desember 2025 - 02:59 WITA

Ramalan Shio dan Zodiak 2026: Tahun Kuda Api, Ini yang Paling Hoki dan Perlu Waspada

Berita Terbaru