Gagal Nolongin Janda ala Dracin, Dg Makulle Malah Bonyok

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Sebelum Menggeleng…

Disclaimer : Seluruh isi tulisan ini adalah karya fiksi belaka. Nama tokoh, latar tempat, maupun peristiwa yang terjadi di dalamnya hanyalah hasil dramatisasi dan imajinasi kreatif penulis untuk kebutuhan hiburan semata. Segala kemiripan nama, karakter, atau lokasi dengan pihak-pihak tertentu di dunia nyata adalah murni kebetulan belaka dan tidak dimaksudkan untuk menyasar atau menyinggung siapa pun.

Bagai pungguk merindukan bulan di atas khayangan ketujuh, begitulah isi kepala Dg Makulle setiap kali selesai menarik bentornya.

Hari-harinya belakangan ini tidak lagi diisi dengan memikirkan harga setoran, melainkan dipenuhi fantasi liar tentang Kultivator Sakti, Raja Dewa, dan Kaisar Langit yang sedang menyamar ke bumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam otaknya yang sudah korslet akibat keseringan menonton Dracin (Drama China) di HP, Makulle membayangkan dirinya adalah tabib sakti tersembunyi yang bisa membuat musuh muntah darah dengan sekali jentik, serta punya ilmu teleportasi ke ranjang Inem, janda kembang sebelah rumah yang lekuk tubuhnya selalu sukses membuat suspensi bentor Makulle mendadak tegang.

Hasrat terpendam Dg Makulle untuk pamer “kekuatan kultivasi” akhirnya menemui tembok beton di Jalan Jati, sebuah panggung di mana hukum fisika aspal Makassar jauh lebih kejam daripada imajinasi liar di otaknya.

Pagi itu, Inem melangkah manja hendak ke pasar dengan daster satin tipis yang bergoyang sensual. Dadanya yang membusung eksotis membuat mata Makulle yang sedang memanaskan mesin bentor langsung berubah mode menjadi “mata tembus pandang”.

Namun, tiba-tiba sebuah motor matic melesat kencang. Dua jambret berwajah garang menyambar tas belanjaan Inem.

“Adodo! Copet! Jambreeet! Tas merahkuuu!” jerit Inem histeris, membuat dadanya naik turun dengan ritme yang sangat erotis di mata Makulle.

Mendengar jeritan itu, jiwa “Kaisar Langit yang Menyamar” di dalam diri Makulle langsung menyala. Mengabaikan fakta bahwa dia hanyalah seorang pabentor berkulit legam, Makulle memasang kuda-kuda tingkat tinggi di tengah jalan. Dia menarik napas dalam, mengumpulkan qi di area selangkangan, lalu mengarahkan telunjuk dan jari tengahnya ke arah motor jambret.

BACA JUGA :  Membongkar Tipu Muslihat APK Scam Berkedok Drama China

“Jentikan Jari Pemutus Takdir! Enyah kau, makhluk fana!” teriak Makulle dengan tatapan tajam ala aktor utama Dracin.

Nahas, hukum fisika jalanan Makassar lebih sadis dari naskah drama. Bukannya terlempar, jambret itu malah mengerem mendadak.

Melihat pria paruh baya bercelana kolor berpose aneh, jambret di boncengan turun tanpa ba-bi-bu. Sebelum Makulle sempat merapalkan mantra “Penyembuh Kakek Mertua CEO”, sebuah tendangan tanpa bayangan dari sandal jepit jambret bersarang telak di rahangnya.

BRAAK!

Dg Makulle terkapar di aspal. Hasil meditasi menonton Dracin gagal total dihantam realitas. Jambret kabur membawa tas, meninggalkan sang “Kaisar Pabentor” yang babak belur dengan mata bengkak mirip sosis pelumas.

Meski mukanya hancur mirip pisang epe yang digeprek, Makulle tetap mencoba berlagak keren di depan Inem. Dia menyeka darah, lalu tersenyum misterius demi menjaga wibawa sebagai tokoh yang sedang menyembunyikan identitas asli.

“Tenang… Inem. Ini hanyalah ujian kecil bagi kultivasi batin saya,” bisik Makulle dengan suara bindeng penuh darah.

Ajaibnya, racun Dracin ternyata juga menjangkiti alam bawah sadar Inem. Melihat kegigihan Makulle yang tetap sok bijak, Inem berimajinasi liar.

Jangan-jangan Dg Makulle ini Raja Dewa yang menyamar? Dia sengaja dipukul hanya untuk menguji ketulusan hatiku! Pikir Inem.

Dia pun mendekat, merapatkan tubuhnya yang wangi parfum melati ke dada Makulle yang penuh debu jalanan.

BACA JUGA :  Berdalih Biaya Nikah, Driver Ojol di Makassar Jambret Pejalan Kaki

“Daeng Makulle, terima kasih banyak, nah. Mari saya obati luka ta’ di rumah… berdua saja,” bisik Inem manja.

Makulle sudah siap mengeluarkan mantra “Teknik Penyatuan Yin-Yang”, tapi tiba-tiba… plak! Sandal jepit yang tertinggal di aspal mendarat di kaki Inem.

Inem tersentak, matanya fokus kembali ke realitas. Ia menatap wajah Makulle yang bonyok mirip adonan bakwan gagal, lalu melihat bentor tua yang bau oli di dekat mereka. Otak Inem yang keracunan Dracin pun langsung reboot ke setelan pabrik.

“Astaga, Daeng!” pekik Inem, suaranya berubah drastis jadi janda yang baru sadar dari mimpi buruk. “Kenapa mukata’ mirip sosis rusak? Kenapa ini bentor bau oli? Jangan-jangan saya juga sudah kebanyakan nonton Dracin sampai halusinasi?!”

Makulle yang tadinya busung dada, mendadak kempis. “Eh… anu, Inem. Ini ujian kultivasi,”

“Kultivasi pala kau, Daeng!” potong Inem. “Jambret lari bawa tasku, malah kau melamun macam orang kesurupan! Mau kau obati lukaku bagaimana kalau uang belanja saja habis dibawa lari?!”

Inem mendengus kasar, memungut sandalnya, dan pergi meninggalkan Makulle yang masih ternganga di tengah jalan. Ternyata, fantasi “Raja Dewa” hanyalah efek samping kelebihan dosis subtitle Indonesia.

Si Kaisar Pabentor terpincang-pincang kembali ke bentornya. Mimpi indah tentang kamar janda hancur lebur, digantikan realitas pahit, setoran belum lunas, muka bengkak, dan satu-satunya “ilmu sakti” yang tersisa hanyalah kemampuan menahan perih sambil mengayuh bentor menuju pangkalan.

Dunia persilatan Makassar memang kejam; tidak ada pedang terbang, yang ada cuma bensin eceran yang harganya makin mahal.

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Makna dan Pesan Moral

1. Hidup di Dunia Nyata, Bukan di Balik Layar

BACA JUGA :  Modus Tanya Alamat, 2 Jambret Makassar Gasak Kalung Emas Dicokok di Palopo

Kisah Dg Makulle mengingatkan kita bahwa seringnya menonton drama bukan berarti kita sedang belajar menjadi kuat. Saat menghadapi masalah nyata, seperti jambret atau urusan uang belanja, tidak ada mantra yang bisa menolong. Dunia ini tidak mengenal kekuatan qi, yang ia kenal hanyalah orang yang berani berbuat nyata. Jangan sampai karena terlalu banyak makan “mimpi” di HP, kita jadi lupa cara bertahan hidup di aspal yang sebenarnya.

2. Harga Diri Itu Soal Kerja, Bukan Soal Gaya

Seringkali kita merasa malu dengan pekerjaan kita yang sederhana, lalu mencoba menutupinya dengan gaya-gayaan atau mimpi jadi orang sakti. Padahal, martabat seorang pria tidak diukur dari seberapa hebat dia di dalam khayalan, tapi dari seberapa gigih dia menanggung beban hidupnya meski pahit. Menjadi sopir bentor yang jujur jauh lebih terhormat daripada menjadi “kaisar” di dalam kepala yang justru merendahkan diri sendiri di depan orang lain.

3. Kejujuran Adalah Pahlawan yang Sebenarnya

Pada akhirnya, Inem pergi bukan karena dia tidak butuh pahlawan, tapi karena dia butuh seseorang yang bisa diandalkan, bukan seseorang yang hanya bisa berhalusinasi. Dalam hidup, kepalsuan mungkin terlihat manis sesaat, tapi akan hancur lebur saat bertemu masalah. Menjadi diri sendiri, dengan segala kekurangan kita, jauh lebih berharga daripada menjadi sosok hebat yang hanyalah hasil dari rekayasa subtitle bahasa Indonesia.

4. Realita Tidak Bisa Dibatalkan

Setiap kita pasti punya mimpi besar, tapi jangan sampai mimpi itu membuat kita menutup mata pada tanggung jawab. Bensin eceran harus dibeli, setoran harus lunas, dan luka harus diobati dengan obat merah, bukan dengan mantra. Kedewasaan itu sederhana: sadar di mana kita berdiri, apa yang kita kerjakan, dan hadapi hari ini dengan kepala tegak tanpa perlu menjadi orang lain.

Berita Terkait

Biadab! Ngaku Sering Ditolak Istri, Ayah di Kendari Jadikan Anak Budak Seks
Warga Bentrok dengan Geng Motor di Makassar, Satu Motor Ludes Dibakar
Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las
Ada Pembalikan Proses Hukum, Pengacara dr Tifa Sebut Jokowi Pantas Jadi Terdakwa
Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
Polda Sulsel Pastikan Belum Ada Penahanan Basri Kajang Soal Korupsi Seragam
Suami di Sinjai Pergoki Istri Selingkuh, Drama Ranjang Berakhir Saling Lapor
KONAMI Sulsel Desak DPRD Makassar Usut Dugaan Gelar Akademik Legislator

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:28 WITA

Gagal Nolongin Janda ala Dracin, Dg Makulle Malah Bonyok

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:00 WITA

Biadab! Ngaku Sering Ditolak Istri, Ayah di Kendari Jadikan Anak Budak Seks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:15 WITA

Warga Bentrok dengan Geng Motor di Makassar, Satu Motor Ludes Dibakar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:40 WITA

Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:30 WITA

Ada Pembalikan Proses Hukum, Pengacara dr Tifa Sebut Jokowi Pantas Jadi Terdakwa

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gagal Nolongin Janda ala Dracin, Dg Makulle Malah Bonyok

Sabtu, 18 Jul 2026 - 17:28 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las

Sabtu, 18 Jul 2026 - 02:40 WITA