Faisal Assegaf Sebut Quick Count Kumpulan Para Penipu Berkedok Intelektual

Kamis, 15 Februari 2024 - 13:01 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Faisal Assegaf Sebut Quick Count Kumpulan Para Penipu Berkedok Intelektual

Faisal Assegaf Sebut Quick Count Kumpulan Para Penipu Berkedok Intelektual

Zonafaktualnews.com – Aktivis dan kritikus politik Faizal Assegaf menyoroti kemenangan capres 02 hasil dari quick count.

“Quick count itu adalah pusatnya kejahatan, kumpulan para penipu-penipu yang berkedok intelektual,

Itu bukan menurut saya, tapi menurut Prabowo Subianto, memang quick count itu kelompok pembohong, penipu,” kata Faizal Assegaf di Channel akun Youtube Abraham Samad Speak Up, Kamis (15/2/2024).

“2000 TPS diduga kuat adalah TPS siluman, TPS hantu. Karena mereka tak umumkan dimana addressnya,” sambugnya

BACA JUGA :  Nasib Gibran di Ujung Tanduk, Gugatan PDIP di PTUN Jadi Penentu Pelantikan

Faisal mengatakan jika kelompok quick count ini dibiarkan akan menghasilkan pemimpin bermental pencuri dan maling.

“Kalau kecurangan ini dibiarkan berarti kita menghasilkan pemimpin bermental pencuri, pemimpin bermental maling,

Karena dia lahir dari lembaga-lembaga survei yang dipandu oleh aneka opini kebohongan,

Bersama rakyat kami menolak pemilu abal-abal, pemilu curang,

Tangkap itu kelompok-kelompok lembaga survei yang mengumumkan kemenangan pada Prabowo yang tidak didasari oleh landasan hukum,” pungkasnya

https://twitter.com/i/status/1758090089400574097

BACA JUGA :  Debat Capres, Anies Sebut Kementerian Pertahanan Dibobol Hacker Tahun 2023

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU
Feri Amsari Sindir Rocky Gerung Lewat Video Lama Janji Penolakan Jabatan