Diduga Diskriminatif, Polres Takalar Dikritik Keluarga Korban Kasus Penganiayaan

Jumat, 10 Januari 2025 - 20:10 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Diduga Diskriminatif, Polres Takalar Dikritik Keluarga Korban Kasus Penganiayaan

Kantor Polres Takalar, Sulawesi Selatan

Zonafaktualnews.com – Polres Takalar dituding melakukan diskriminasi dalam penanganan kasus penganiayaan yang melibatkan Karlina, warga Desa Pattoppakang, Kecamatan Mangarabombang. Keluarga korban merasa hukum berjalan lamban dan berat sebelah.

Kasus ini bermula dari laporan Karlina terhadap Irma pada 6 November 2024. Irma diduga melakukan kekerasan fisik terhadap Karlina setelah keduanya terlibat konflik di SDN No. 14 Inpres Cikoang, Desa Pattoppakang, pada 4 November 2024.

Konflik dipicu oleh dugaan perundungan yang dialami anak Karlina, seorang siswa SD, oleh Irma.

Karlina yang emosi mendatangi Irma di sekolah untuk meminta klarifikasi, namun pertemuan itu berakhir dengan perkelahian.

BACA JUGA :  Sosok Nabilla Aprillya, Model dan Selebgram yang Dianiaya Ketum Parpol

Irma diduga mencakar, menendang, dan menarik kerah baju Karlina hingga menyebabkan luka memar di paha kiri dan goresan di dada.

Laporan penganiayaan yang diajukan Karlina hingga kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit Pidum Polres Takalar.

Namun, laporan balasan dari Irma yang diajukan ke Unit PPA justru langsung diproses. Karlina bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Takalar dengan jeratan Pasal 351 KUHP.

Sinar, salah satu anggota keluarga Karlina, mengecam lambannya respons polisi terhadap laporan Karlina.

“Laporan kami sudah lama masuk, tetapi tidak ada tindak lanjut yang berarti. Sementara itu, Karlina langsung dijadikan tersangka. Ini jelas tidak adil,” ujar Sinar pada Jumat (10/1/2025).

BACA JUGA :  Pelanggaran Hukum Terus Dibiarkan, Tambang Ilegal di Takalar Hancurkan Lingkungan

Sinar juga menyoroti bahwa konflik ini bermula dari upaya Karlina membela anaknya yang sering dihina dengan sebutan kasar seperti “anak haram” oleh Irma.

Kanit PPA Polres Takalar, Iptu Sumarwan, mengonfirmasi bahwa Karlina telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Karlina dikenakan Pasal 351 dengan ancaman hukuman lebih dari dua tahun. Penahanan dilakukan sesuai prosedur,” jelas Sumarwan, Kamis (9/1/2025).

Sementara itu, Kanit Pidum, Ipda Abel, mengatakan bahwa laporan Karlina masih dalam tahap pengumpulan bukti.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembusuran di Permandian Topejawa

“Kami sedang mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah kasus ini memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.

Keluarga Karlina mendesak Polres Takalar untuk berlaku adil dan mempercepat penanganan kasus ini.

Pihak Keluarga berharap agar proses hukum tidak memihak dan memberikan keadilan bagi Karlina, yang merasa menjadi korban dalam peristiwa ini.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
DPRD Luwu Utara Perkuat Pengawasan APBD Lewat Bimtek di Makassar
Gunung Latimojong Enrekang Mencekam, Api Karhutla 7 Hari Belum Padam
Neon Box Nganro Mart di Barru “Offside”, Tinggal Tunggu Dihantam Truk
Balap Liar di Gowa Didenda Rp 3 Juta, Polisi Didesak Transparansi Soal BRIVA
Pasokan Elpiji Diputus Agen 4 Bulan, Pangkalan di Takalar Ngaku Diancam
Cabor Jeneponto Menjerit! Dana Porprov Rp590 Juta Diduga Diatur Oknum KONI
Heriansa Effendi: Satu Komando dalam Perjuangan, Satu Cinta dalam Kehidupan