Zonafaktualnews.com – Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, membenarkan adanya insiden dugaan pengeroyokan terhadap salah seorang pembawa aspirasi saat pelaksanaan RDP terkait distribusi BBM subsidi jenis Solar di Gedung DPRD Luwu Utara.
Peristiwa tersebut terjadi di sela agenda RDP ketika rapat diskors sementara untuk memberikan kesempatan kepada peserta menunaikan ibadah salat.
Husain mengaku baru mengetahui adanya kericuhan usai kembali dari masjid.
“Menurut tata tertib DPRD, rapat kami hentikan sementara saat azan berkumandang. Saat itulah terjadi insiden dan kami tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi karena selama ini pelaksanaan RDP berjalan baik,” ujar Husain kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, forum tersebut membahas persoalan distribusi BBM subsidi di Luwu Utara dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari perwakilan SPBU se-Luwu Utara, Patra Niaga Pertamina Sulsel, Depot Pertamina Karang-karangan hingga SKPD terkait.
Menurut Husain, sebelum rapat diskors, pihak DPRD rencananya akan memberikan kesempatan kepada jenlap dan korlap aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung dalam forum RDP.
“Kami sedang salat saat kejadian itu berlangsung. Informasi soal insiden baru kami ketahui setelah kembali,” katanya.
Politisi Partai Golkar itu menyebut insiden tersebut menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi internal bagi DPRD Luwu Utara, khususnya terkait sistem pengamanan dalam setiap agenda penyampaian aspirasi masyarakat.
“Sebagai Ketua DPRD, tentu kami menyesalkan kejadian itu. Ini menjadi koreksi internal agar ke depan pengamanan bisa lebih maksimal demi memberikan rasa aman dan nyaman, baik kepada pembawa aspirasi maupun anggota dewan,” tegasnya.
Husain menambahkan, pihak DPRD juga telah melakukan koordinasi internal bersama aparat keamanan untuk memperketat pengamanan dalam setiap agenda rapat maupun aksi penyampaian aspirasi di lingkungan DPRD.
Ia berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dan proses penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung kondusif tanpa adanya tindakan kekerasan.
Sementara itu, kasus dugaan pengeroyokan tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Luwu Utara dan masih dalam proses penyelidikan.
Informasi yang dihimpun menyebut salah seorang korban bernama Reski telah membuat laporan resmi terkait kejadian yang dialaminya.
Di sisi lain, aliansi pembawa aspirasi mengeluarkan sikap tegas terkait insiden tersebut. Mereka menilai apabila kasus pengeroyokan tidak ditangani secara serius dan transparan, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin menurun.
Dalam pernyataannya, aliansi mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan, mengusut dugaan aktor intelektual di balik aksi kekerasan, serta memeriksa aparat yang diduga lalai maupun memiliki konflik kepentingan dalam pengamanan agenda tersebut.
Aliansi juga meminta penindakan menyeluruh terhadap dugaan praktik mafia BBM subsidi dan aktivitas pelangsiran ilegal di Kabupaten Luwu Utara.
Selain itu, mereka mendesak evaluasi total terhadap sistem pengamanan dan integritas penegakan hukum di wilayah hukum Luwu Utara.
(Ono/Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















