Cak Imin Slepet Pesan Luhut ke Prabowo Soal Sebutan Orang Toxic

Minggu, 5 Mei 2024 - 10:47 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Cak Imin Slepet Pesan Luhut ke Prabowo Soal Sebutan Orang Toxic

Cak Imin

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menslepet pesan Luhut Binsar Pandjaitan ke Prabowo.

Cak Imin menilai pesan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke Prabowo soal orang toxic juga diharapkan banyak pihak.

“Ya toxic pasti bukan hanya harapan Pak Luhut,” ujar Cak Imin kepada wartawan di Makasar, Minggu (5/5/2024).

Pesan Luhut soal toxic itu disampaikan untuk Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto.

Luhut juga mewanti-wanti Prabowo agar tidak mengajak orang toxic ke kabinetnya.

Cak Imin menilai siapapun menginginkan kepemimpinan kabinet yang baik. Menurutnya, semua orang memahami kriteria kepemimpinan yang baik seperti apa.

BACA JUGA :  Drama Hukum KPK Versus Hasto Bakal Selesai Mirip Teletubbies

“Siapun ingin kepemimpinan kabinet yang baik ya. Jadi bagaimana kriterianya saya kira semua orang juga paham,” katanya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan wejangan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto.

Wejangan tersebut disampaikan Luhut kepada Prabowo berisi agar presiden terpilih tersebut tidak membawa orang toxic atau bermasalah ke kabinet yang akan dibangunnya.

“Untuk presiden terpilih, saya bilang jangan bawa orang toxic ke kepemerintahanmu, itu akan sangat merugikan kita,” ujar Luhut di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA :  Manuver Surya Paloh Terbaca, "Semua Akan Anies..."

Pesan tersebut Luhut sampaikan menyambung pelajaran yang ia peroleh setelah bekerja dalam kabinet Presiden Jokowi selama 10 tahun terakhir.

Menurut Luhut, yang menjadi permasalahan dalam pemerintahan Indonesia adalah regulasi-regulasi oleh pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan nasional.

“Saya memperbaiki banyak permasalahan itu,” kata dia.

Luhut mengatakan, salah satu solusi yang sering ia sampaikan untuk mengatasi masalah regulasi adalah melalui digitalisasi.

BACA JUGA :  Luhut Tanggapi Sindiran JK Soal Konflik Warga Rempang

Digitalisasi dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi aturan.

Oleh akrenanya, Luhut mendorong agar digitalisasi sistem pemerintahan Indonesia yang terintegrasi.

“Saya bilang ke Presiden, ‘Pak, kalau Bapak tidak berani mengganti orang-orang yang tidak setuju dengan ini (digitalisasi sistem pemerintah yang terintegrasi), kita tidak akan maju. Jadi, kita harus mengganti orang-orang yang tidak setuju dengan ide ini,” katanya.

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah
Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom
Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran