AMIN Berpeluang Menangkan Pilpres 2024 Atas Hasil Kecurangan 02

Kamis, 15 Februari 2024 - 11:20 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

AMIN Berpeluang Menangkan Pilpres 2024 Atas Hasil Kecurangan 02

AMIN Berpeluang Menangkan Pilpres 2024 Atas Hasil Kecurangan 02

Zonafaktualnews.com – Hasil perhitungan cepat 02 dinilai publik penuh rekayasa dan kecurangan.

Kabar baiknya, paslon 01 digadang-gadang akan memenangkan pilpres 2024 ini.

Dasar kemenangan AMIN mengacu pada Sistem Informasi Rekapitulasi KPU untuk perhitungan suara.

Penghitungan resmi ini dilakukan KPU secara manual yang berjenjang mulai dari TPS, PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, hingga sampai tingkat KPU nasional.

“Bagaimana dengan hasil quick count? Quick count itu bukanlah official bahkan perhitungan Sirekap pun itu bukanlah hasil official,

Hasil official itu adalah hasil hitung manual tersebut. Tapi angkanya sama semua. Oke, sama semua,

Tapi tetap ada perbedaan antara Sirekap KPU, quick count, dan kemudian juga hitungan internal AMIN misalnya,” ujar Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, dalam kanal YouTube-nya, Kamis (15/2/2024).

Berbeda hitungan internal Timnas AMIN misalnya, suara Prabowo-Gibran hanya sedikit di atas 50 persen. Tidak mencapai 56, 57, apalagi 58 persen suara seperti temuan berbagai lembaga survei.

BACA JUGA :  Ketua KPU ODGJ? Jokowi Boleh Kampanye Tapi Harus Izin Presiden

Kalau kemudian terbukti berdasarkan hitung manual tidak sampai 50 persen, pilpres akan berlangsung dua putaran yang akan mempertemukan Prabowo-Gibran dengan Anies-Muhaimin yang berada di urutan kedua

“Kalau hitungan internal AMIN itu keunggulannya (Pragib) tipis saja di atas 50 persen bukan 56 bukan 57 apalagi 58,

Sehingga masih ada peluang untuk di-challenge. Men-challenge-nya itu tidak harus jarak misalnya antara AMIN yang kalau menurut perhitungan AMIN itu (suara AMIN) 34 persen dengan (suara Pragib) 53 persen misalnya,

BACA JUGA :  Debat Ketiga Capres Malam Ini Digelar di Istora Senayan

Tidak begitu. Yang di-challenge cukup angka 3 persen lebih saja. Itu sudah cukup untuk membuat pilpres dua putaran,” ungkapnya.

Selain soal suara yang harus di atas 50 persen, Refly yang juga Juru Bicara Timnas AMIN ini juga menegaskan syarat lain untuk memenangkan pilpres satu putaran.

Yaitu harus memperoleh sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Dengan demikian menurutnya, pasangan Prabowo-Gibran harus menang setidaknya di 20 dari 38 provinsi yang ada di Indonesia.

BACA JUGA :  Memanas! Debat Capres Ketiga, Anies dan Prabowo Saling Serang

“Kalau misalnya bisa dibuktikan bahwa kemenangannya tidak di 20 provinsi, tapi di 19 provinsi misalnya maka dua putaran juga,” ungkapnya.

“Jadi ada dua skenario untuk menjadikan ini dua putaran. Yaitu men-challenge angka yang 50 persen lebih menjadi 50 persen kurang, walaupun 49,9 persen tetap dua putaran

Atau men-challenge kemenangan di provinsi, dicek apakah betul menang di 20 provinsi,” demikian Refly menyimpulkan.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo
Aktivis 98 Sebut Manuver Budi Arie di Depan Jokowi Sinyal Lengserkan Prabowo
Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati
Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?
Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies
Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah Berat Meski Andalkan Pesona Jokowi
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:01 WITA

Aktivis 98 Sebut Manuver Budi Arie di Depan Jokowi Sinyal Lengserkan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:58 WITA

Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:57 WITA

Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?

Berita Terbaru