Akor, Labraki, dan Perak Desak Kapolda Sulsel Usut Tuntas Kematian Ojol

Jumat, 10 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akor, Labraki, dan Perak Desak Kapolda Sulsel Usut Tuntas Kematian Ojol

Akor, Labraki, dan Perak Desak Kapolda Sulsel Usut Tuntas Kematian Ojol

Zonafaktualnews.com – Sejumlah LSM bergabung dalam “Aksi kemanusiaan”di antaranya LSM PERAK, LABRAKI dan AKOR.

Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh LSM Anti Korupsi Nasional Indonesia (AKOR).

Aksi unjuk rasa digelar di depan Mapolda Sulsel, pada Kamis, 9 November 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Jumat (10/11/2023) mereka mendesak Kapolda Sulsel.

Desakan tersebut untuk segera mengusut tuntas terkait kematian pasien Almarhum Sutrisno.

Sutrisno yang berprofesi sebagai ojek online (ojol) itu meninggal dunia usai menjalani operasi di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar.

Ada 6 tuntutan yang dibawa dalam unjuk rasa tersebut :

1 Mendesak Pimpinan RSU Wahidin Sudirohusodo untuk bertanggung jawab atas kelalaian terhadap pasien

2 Memberhentikan pekerjaan yang diduga malpraktik pada lingkugan rumah sakit

3 Copot Pimpinan dan dokter yang menangani pasien atas nama almarhum Sutrisno di RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar

4 Meminta pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan dapat mengevaluasi dokter yang ada di RSU Wahidin Sudirohusodo tingkat kelayakan menangani operasi ringan dan berat

5 Menolak keras adanya dugaan malpraktik di RSU Wahidin Sudirohusodo

6 Meminta kepolisian tangkap dan adili dokter yang diduga melakukan malpraktik terhadap pasien Sutrisno

Demikian bunyi 6 tuntutan tersebut dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel.

BACA JUGA :  Lapor Jenderal, Tambang Siluman Merajalela di Gowa, Jangan Diam

Merespon tuntuntan itu, pihak Polda Sulsel kemudian menerima perwakilan pengunjuk rasa

Dalam pertemuan tersebut pihak Polda Sulsel berjanji akan melakukan penyelidikan atas kematian Sutrisno di RSU Wahidin Sudirohusodo.

Usai bertemu dengan pihak Polda Sulsel, para pengunjuk rasa lalu melanjutkan demo di depan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekedar diketahui, Sutrisno merupakan warga kota Makassar yang berprofesi sebagai ojek online (ojol)

BACA JUGA :  Diduga Ada Pembiaran, Truk Overkapasitas di Takalar Lepas dari Pengawasan

Beberapa bulan yang lalu Almarhum Sutrisno mengalami sakit pada bagian pantat, keluarga almarhum menyebut bahwa almarhum menderita sakit riwayat sakit jantung bawaan sejak lahir.

Almarhum kemudian mendapat telepon dari pihak Rumah Sakit untuk segera datang di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan sempat menjalani operasi selama 3 kali.

Pada operasi pertama tidak satupun keluarga pasien dilibatkan untuk bertandatangan dalam bentuk persetujuan.

Salah satu keluarga korban ditemui awak media mengatakan, “Adik saya bercerita sebelum operasi bahwa dokter menyarankan operasi dan hanya operasi ringan dengan melalui paha,

Dan hal ini dibenarkan dokter saat ditanya langsung oleh salah satu keluarga, namun hal ini di luar dugaan ternyata setelah operasi dokter mengatakan operasi gagal dalam pemasangan Alat pada jantung pasien

Keluarga kaget kenapa sampai gagal dan ada pemasangan alat padahal berbeda penyataan dokter sebelumnya bahkan kanapa sampai belah dada dan pasien dan keadaan koma (tidak sadar).

Hingga operasi berikutnya keluarga sangat menyayangkan bahwa salah satu dokter mengatakan harus operasi kedua dan batas waktu berpikir untuk menyetuju hanya 15 menit,

Kalau tidak, maka silakan ambil pasien dan bawa pulang dalam keadaan terpasang alat.” ungkap keluarga korban

Sementara itu, Ketua LSM AKOR, Sutoyo Gaffar mengatakan pihak RSU Dr Wahidin Sudirohusido sampai saat ini belum ada itikad baik.

BACA JUGA :  Proyek UMKM Diduga Dikorupsi, Kejari Takalar “Impoten” Usut Kasus

“Hingga saat ini belum ada hasil itikad baik dari Pihak RSU Dr. Wahidin Sudirohusido sebagai bentuk pertanggungjawaban dan permohonan maaf kepada keluarga korban,” pungkasnya

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare
Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah
Sidang 387 di Makassar ‘Pincang,’ Penerima Paket Diadili, Pengendali Melenggang
Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot
Wali Kota Makassar Ditampar Balik Soal Wartawan Abal-abal, Jangan Alihkan Isu KPK
Makassar “Kiamat” Air Bersih, Gelombang Seruan Lengser Goyang Kursi Wali Kota
InCare Desak APIP Periksa Oknum Pejabat Parepare Terkait Pembiaran Alfamart Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WITA

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WITA

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:00 WITA

SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:25 WITA

Sidang 387 di Makassar ‘Pincang,’ Penerima Paket Diadili, Pengendali Melenggang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:06 WITA

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot

Berita Terbaru