2 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Lutra Tertimbun Longsor, 1 Tewas

Kamis, 4 Mei 2023 - 18:44 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

2 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Lutra Tertimbun Longsor, 1 Tewas

Tambang Emas Ilegal di Lutra Longsor (Foto Istimewa)

Zonafaktualnews.com – Dua pekerja tambang emas ilegal di Luwu Utara, Sulsel tertimbun longsor dan satu di antaranya meninggal dunia

Peristiwa itu terjadi di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Luwu Utara pada Rabu (3/5/2023) sekitar pukul 23.00 Wita.

Korban meninggal bernama Adrianus Koase (30), sementara rekannya Ficky (38) kondisinya kritis.

“Benar ada 2 warga yang tertimbun saat melakukan penggalian di tambang emas ilegal, 1 korban tewas dan 1 kritis,” ujar Kasat Reskrim Polres Luwu Utara AKP Joddy kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).

BACA JUGA :  Joget Nyeleneh di Tanah Suci, Wanita Cadar Indonesia Tak Bermoral

Joddy menjelaskan saat kejadian kedua korban sedang melakukan penggalian di lokasi tambang, tiba-tiba tanah yang digali mengalami longsor.

Menurut Joddy, kondisi tanah di lokasi terbilang labil karena maraknya aktivitas tambang ilegal.

“Mereka sedang melakukan penggalian kemudian karena struktur tanah yang labil, tiba-tiba tanahnya longsor menimpa mereka,” bebernya

Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Rampi itu kata Joddy memang sering terjadi.

BACA JUGA :  Pelaku Pembunuhan Putri PJ Gubernur Papua Ditangkap

Biasanya warga melakukan penambangan di malam hari agar terhindar dari polisi.

“Makanya saya juga pertanyakan kok bisa menambang malam hari. Ternyata mereka melakukan aktivitas malam untuk menghindari petugas. Karena memang kami sudah larang itu,” ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tambang ilegal tersebut.

Joddy pun menegaskan akan menindak warga yang masih melakukan penambangan emas ilegal di Kecamatan Rampi.

BACA JUGA :  Geger, Bom Curah Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Kendari

“Kita sudah imbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas itu, karena berbahaya dan merusak lingkungan,

Tapi masih dilakukan, dengan ada kejadian ini semoga masyarakat bisa belajar, kami juga akan tegas mengambil sikap jika masih temukan aktivitas serupa,”pungkasnya

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Pria Beristri Berebut Cinta Janda di Kendal, Duel Berdarah Berakhir Pindah Alam
Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?
KKB Serang Pekerja Sembako di Dekai, Warga Makassar Tewas Kena Sangkur
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi