Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Ringkasan

Gerakan Masyarakat Sawakong mendesak Kejaksaan Negeri Takalar mengusut dugaan korupsi proyek revitalisasi di SDN 187 Inpres Dengilau dan SDN 79 Sawakong Towa. Penyelidikan diminta mencakup seluruh alur pelaksanaan, termasuk indikasi permainan anggaran, dugaan fee 15 persen, dan keterlibatan pihak lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar membantah tuduhan terkait fee sebesar 15 persen tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui praktik tersebut dan telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tindak lanjut di lapangan, sementara pengawasan hukum kini dinilai berada di tangan aparat penegak hukum.

Zonafaktualnews.com – Bau busuk dugaan korupsi proyek revitalisasi di dua SD Negeri Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mulai tercium.

Gerakan Masyarakat Sawakong (GMS) menuntut Kejari Takalar turun tangan langsung untuk mengusut tuntas indikasi permainan anggaran pada proyek SDN 187 Inpres Dengilau dan SDN 79 Sawakong Towa.

BACA JUGA :  Proyek Sentra UMKM Rp9 Miliar Gagal, Kejari Takalar Diminta Seret Para Penanggung Jawab

Tak hanya itu, GMS juga meminta Kejari Takalar menelusuri adanya dugaan fee 15 persen serta dugaan pekerjaan yang berkaitan dengan P2SP justru dilaksanakan oleh pihak lain.

GMS meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat hasil fisik bangunan, tetapi juga menelusuri seluruh rantai pelaksanaan proyek demi mendeteksi celah dugaan Korupsi Revitalisasi Takalar.

Pemeriksaan itu kata GMS harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen anggaran, mekanisme pencairan, pihak yang menerima pembayaran, pelaksana pekerjaan di lapangan, hingga pihak yang diduga mengendalikan proyek.

“Jangan tunggu proyek selesai baru bergerak. Kalau ada dugaan fee 15 persen dan pekerjaan dikerjakan pihak lain, bongkar sekarang. Periksa seluruh alurnya,” ujar salah satu perwakilan GMS kepada media ini, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA :  Audit Bertahun-tahun Hasil Nol, Bau Busuk Korupsi BUMDes di Takalar Makin Menyengat

Langkah tersebut dinilai penting GMS untuk memastikan proyek yang menggunakan anggaran negara ini berjalan sesuai ketentuan, bukan dikendalikan oleh pihak-pihak yang tidak semestinya.

Jika informasi tersebut benar, kata GMS, pertanyaan besarnya sederhana: siapa yang mengatur pekerjaan, siapa yang mengendalikan anggaran, dan ke mana dugaan fee tersebut mengalir?

BACA JUGA :  Kasus Proyek UMKM Galesong Mangkrak, Kejari Takalar Dituding ‘Parkir’ Dana Rakyat

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, yang dikonfirmasi membantah adanya dugaan fee 15 persen tersebut.

Dody menegaskan tidak mengetahui adanya praktik fee sebesar 15 persen sebagaimana informasi yang beredar di tengah publik terkait pusaran Korupsi Revitalisasi Takalar.

“Tidak ada seperti itu yang mengatakan fee sebesar 15 persen. Saya sampaikan ke Kabid-nya untuk menindaklanjuti di lapangan,” kata Dody.

Kendati demikian, bola panas dugaan Korupsi Revitalisasi Takalar kini sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Selasa, 8 September 2026 - 13:34 WITA

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Berita Terbaru