Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager

Rabu, 16 September 2026 - 14:10 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Manager Pertamina Fuel Terminal Parepare, Muh Agung Endriyanto, usai menghadiri konferensi pers pengungkapan penyalahgunaan niaga dan atau pengangkutan bahan bakar minyak jenis pertalite yang disubsidi pemerintah, di Mapolres Parepare, Selasa (15/9/2026).

Manager Pertamina Fuel Terminal Parepare, Muh Agung Endriyanto, usai menghadiri konferensi pers pengungkapan penyalahgunaan niaga dan atau pengangkutan bahan bakar minyak jenis pertalite yang disubsidi pemerintah, di Mapolres Parepare, Selasa (15/9/2026).

Ringkasan

Manager Pertamina Fuel Terminal Parepare menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak di wilayahnya tetap aman tanpa ada pengurangan kuota distribusi. Meskipun demikian, pihak terminal mengaku tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya antrean panjang kendaraan di area SPBU di luar wilayah operasional mereka.

Terkait penindakan penyalahgunaan BBM subsidi serta aturan jam operasional SPBU, Pertamina Parepare menjelaskan hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah dan Pertamina Makassar. Sanksi terberat bagi SPBU yang melanggar dapat berupa skorsing hingga pencabutan izin usaha.

Zonafaktualnews.com – Pertamina Fuel Terminal (FT) Parepare berdalih tidak mengetahui penyebab antrean panjang kendaraan di area SPBU di wilayah operasionalnya, meski telah mengklaim stok BBM aman.

“Kalau penyebab antrean ini (kendaraan berburu BBM subsidi di area SPBU), saya sendiri juga tidak tahu. Saya sendiri ngurusi di dalam pager, nah ini di luar pager,” kata Manager Pertamina Fuel Terminal (FT) Parepare, Muh Agung Endriyanto, usai menghadiri konferensi pers pengungkapan penyalahgunaan niaga dan atau pengangkutan bahan bakar minyak jenis pertalite yang disubsidi pemerintah, di Mapolres Parepare, Selasa (15/9/2026).

BACA JUGA :  Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Sebelumnya, Pertamina menyinggung sanksi bagi operator SPBU jika terbukti bersalah dalam pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang telah dirilis oleh Polres Parepare.

“Misalkan terbukti nanti operatornya (SPBU) yang salah, tetap diberikan sanksi sesuai pelanggaran, sudah ada aturannya,” tegas Muh Agung.

“Kebetulan untuk sanksi, wewenangnya bukan di Fuel Terminal Parepare, itu di Fuel Terminal Makassar. Nanti akan kita komunikasikan kepada pejabat berwenang. Kalau kesalahan seperti ini, nanti sanksinya seperti apa? Kalau paling berat yang dilakukan SPBU itu biasanya skorsing, sampai pencabutan izin usaha,” tambahnya.

BACA JUGA :  Solar Subsidi Parepare Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam

Terkait pemberlakuan pelayanan sistem ganjil genap di SPBU, Agung menyebut itu bukan wewenang Pertamina.

“Sebenarnya kewenangan ganjil genap itu bukan di Pertamina ya, mungkin arahan dari pemerintah setempat,” katanya.

“Kalau saya pribadi tidak ada batasan ganjil genap. Dan Pertamina khususnya Fuel Terminal Parepare tidak mengeluarkan instruksi untuk pelayanan ganjil genap. Intinya seperti itu,” sambungnya.

Agung juga mengungkapkan bahwa stok BBM Pertamina aman.

“Pertamina Parepare saat ini kita terima kapal Biosolar 4.000 KL, Pertamax 2.300 KL. Tadi malam kita terima Pertalite 1.000 KL,” terangnya.

Agung memastikan bahwa tidak ada pengurangan jatah kuota BBM di setiap SPBU.

“Tidak ada (pengurangan kuota BBM di SPBU). Kalau penambahan, situasional, misalkan nekrotik, objeksi, bisa kita usulkan penambahan,” katanya.

Agung menjelaskan, saat ini ada beberapa SPBU yang beroperasi 24 jam, termasuk di Fuel Terminal Parepare mulai 11 September sudah beroperasi 24 jam. Sementara untuk pemberlakuan pengisian mobil truk dan Bus di malam hari, Agung menyebut itu bukan kewenangannya.

BACA JUGA :  SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

“Jadi masing-masing SPBU itu kan sudah ada jatah kuotanya masing-masing. Ada yang jatah kuotanya 6 ton perhari, ada yang 10 ton, itu berdasarkan kapasitas SPBU-nya. Kalau untuk kuota (BBM di SPBU) sebenarnya bukan di ranahnya kami, itu di ranahnya Pertamina Makassar,” katanya.

Adapun SPBU yang sudah tutup jam 21.00 malam, Agung mengatakan itu bukan dari FT Parepare yang tentukan.

“Yang tentukan buka tutupnya (SPBU) dari Makassar, Pertamina Retail,” ujarnya.

Meski demikian, penegasan dari FT Parepare bahwa tidak ada pengurangan jatah kuota BBM di SPBU, tidak berbanding lurus dengan kondisi padatnya antrean mobil truk di hampir setiap SPBU di Parepare belakangan ini.

(Ardi)

Berita Terkait

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Berita Terbaru