Ringkasan
Kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare Hutan Pinus Malino di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat setelah berlangsung beberapa jam. Petugas dan warga tetap berjaga untuk memantau kawasan konservasi tersebut.
Dugaan sementara menunjukkan kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah warga yang tidak terkendali di tengah cuaca kemarau. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti peristiwa ini serta menaksir total kerugian.
Zonafaktualnews.com – Hutan Pinus Malino di wilayah Bulu Salili, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, baru saja dilalap si jago merah.
Perkiraan sementara menyebutkan luas area yang hangus mencapai sekitar dua hektare, di tengah cuaca kemarau yang membuat pepohonan menjadi sangat mudah terbakar.
Peristiwa ini terdeteksi sekitar pukul 17.35 WITA, ketika api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Gowa, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa hingga saat ini titik awal munculnya api belum diketahui secara pasti dan masih dalam tahap penyelidikan.
Begitu asap dan api terlihat, warga bersama personel TNI serta Polri segera turun ke lokasi dan berupaya menahan jalaran api dengan peralatan seadanya, agar tidak terus meluas ke area yang lebih luas.
“Iya, kebakaran hutan pinus dan lahan di wilayah Bulu Salili,” ujar Syamsul di Gowa, Rabu (19/8/2026).
“Kalau awal mula api belum diketahui dari mana dan masih dalam proses penyelidikan,” tambahnya.
- 2 Hektare Hutan Pinus Malino Dilalap, Jago Merah Diduga dari Sampah Warga
- Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri
- Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet
- Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare
- Supriyadi Dibusur Geng Motor di Makassar, Anak Panah Menancap di Pelipis
Upaya pengendalian terus dilakukan hingga akhirnya api berhasil dikuasai dan dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA.
Kepala BPBD Gowa, Wahyudin, menyampaikan keberhasilan ini berkat kerja sama tim gabungan yang meliputi Manggala Agni, petugas Damkar, TNI, Polri, pemerintah setempat, serta warga yang bekerja sama selama berjam-jam.
Meski api sudah tak terlihat lagi, petugas dan warga tetap berjaga serta memantau kawasan agar tidak ada sisa api yang kembali berkobar.
“Alhamdulillah sudah padam sekitar jam 21.30 (Wita), tapi tim terpadu dan masyarakat masih berjaga memastikan semua api padam,” ucap Wahyudin.
“Semoga tuntas malam ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan, Hasnawir, memberikan keterangan terkait dugaan penyebab kebakaran tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, Hutan Pinus Malino ini terbakar diduga bermula dari kebiasaan warga yang membakar sampah di sekitar kawasan, yang kemudian gagal dikendalikan dan merambat hingga melalap lahan konservasi.
“Api diduga dari aktivitas pembakaran sampah dari warga yang kemudian gagal dicegah dan melalap kawasan hutan,” kata Hasnawir kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
“Sekitar satu hektar lahan konservasi yang terkena dampak kebakaran,” jelasnya lebih lanjut.
Kawasan Malino sendiri dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan pendakian yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Kebakaran yang menimpa Hutan Pinus Malino ini menjadi perhatian karena terjadi saat cuaca kemarau membuat kondisi hutan sangat rentan terbakar.
Pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta menaksir kerugian yang dialami.
Editor : Id Amor





















