Syahganda Bongkar Misteri Angka Sontoloyo Quick Count

Selasa, 20 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat politik Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan

Pengamat politik Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan

Zonafaktualnews.com – Pengamat politik Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan membongkar misteri angka quick count.

Dalam channel Youtube Refly Harun, Selasa (20/2/2024) Syahganda mengatakan dalam istilah survei kuantatif tak ada istilah kredibel.

“Yang ada reliabel dan validitas,” kata Syahganda

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Syahganda angka-angka ini tidak logic sebab survei itu harus ada logicnya.

BACA JUGA :  KPK Mulai Kumpulkan Data Responden Survei Integritas Pendidikan

“Logic itu kita lihat dari persaingan di lapangan, kalau 01 datang ke masyarakat kredibelnya bagaimana, 02 bagaimana, 03 bagaimana,

Yang kita lihat bisa melakukan efek jutaan pendukung datang, baik itu di Makassar, kemudian di Sidoarjo, Medan,

Kemarin Pak Anies di Medan Tembung dan sebelumnya di Tegal yang saya sendiri kunjungi,

Itu menurut istilah zaman sekarang source of vision (sumber penglihatan) big data itu tak mungkin survei-survei kuantatif model lama itu bisa lagi menipu kita di zaman sekarang kita ini,” katanya

Lembaga survei yang ada di Indonesia kata Syahganda tidak ada tradisi lembaga survei itu melakukan evaluasi untuk melakukan survei kuantatif rata-rata kualitatif sehingga mereka tidak mengerti bagaimana cara menarik sampel dan merendomnya.

BACA JUGA :  Refly Harun dan Jahmada Nyaris Baku Hantam di Live TV, Sempat Saling Dorong

Lebih lanjut simak videonya di sini

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru